Jakarta, Gontornews — Jakarta ribuan kilometer jaraknya dari Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. “Tapi hati dan perasaan kami di ibu kota berada bersama dengan saudara-saudara semua di Sulawesi Tengah,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas relawan bencana.
Bagaimana tak berduka menyaksikan rumah terkoyak, jalan terpatah, bahkan lenyap ditelan bumi. “Anak, Ibu, ayah dikuburkan massal. Seakan rumah kami di Jakarta yang begetar karena gempa, seakan saudara kandung kami yang berpulang,” tambahnya.
Anies menegaskan, “Kami semua berduka. Tapi…Saudara-saudaraku di Sulawesi Tengah, kami tak tinggal diam. Kami langsung bergerak.”
Selain langsung bantuan dari Pemprov sebesar Rp 60 Milyar untuk pembangunan kembali, khususnya untuk sekolah2 dan fasilitas umum di Sulteng, Gubernur Anies juga mengirimkan 83 petugas terbaiknya ke sana.
“Hari ini dari Ibu kota, kami berangkatkan 83 personal terbaik yang terlatih bidang penyelamatan menuju Sulawesi Tengah. Tadi pagi mereka dilepas di Monas,” ungkap Anies.
Pada mereka para relawan, Anies berpesan sebagai berikut:
“Saudara-saudara yang akan berangkat… jangan sesekali menganggap keberangkatan ini sebagai pengorbanan… saudara-saudara dapat kehormatan mewakili kita semua untuk berada di garis depan menyelamatkan saudara sebangsa… Jaga nama baik, kerjalah dengan sepenuh hati. Datangi mereka dengan senyum dan kasih sayang. Ringankan beban mereka. Dan Sampaikan salam hangat dari saudara sebangsa di Ibu kota…
Jaga stamina saudara-saudara, tuntaskan kerja kemanusiaan di sana dan saya tunggu saudara kembali ke Ibu kota membawa kebanggaan bagi kita semua.
Selamat jalan, selamat bertugas… Mari kita semua bergerak…” *ABW


















