Harare, Gontornews — Akibat kondisi ekonomi yang buruk, moda transportasi kereta Api di Zimbabwe terlihat mengenaskan. Padahal, sebelum terjadinya krisis ekonomi, kereta api menjadi moda tranportasi utama masyarakat Zimbabawe selain bus atau taksi.
Salah satu keunggulan kereta api di Zimbabwe adalah ketepatan waktu dan kebersihannya.
“Kali ini berbeda. Kami hanya memiliki beberapa penumpang saja,” kata seorang penjaga keamanan di National Railways of Zimbabawe (NRZ), Gilbert Mthinzima Ndlovu sebagaimana dilansir Reuters.
“Saat ini, perjalanan kereta api yang biasanya menghabiskan waktu 10 jam perjalanan, kini memakan waktu hingga 16 jam,” tambah Ndlovu.
Beberapa faktor runyamnya sistem perkeretaapian di Zimbabwe selain lamanya waktu perjalanan adalah buruknya sistem penerangan kereta api, toilet yang kotor, sistem persinyalan yang rusak parah, rel yang mulai ditumbuhi alang-alang akibat tidak digunakan selama bertahun-tahun hingga masyarakat Zimbabwe yang lebih memilih untuk menggunakan bus atau taksi untuk menempuh perjalanan sejauh 440 km.
“Hari ini, anda bahkan tidak bisa membeli makanan di kereta dan semua toilet terlihat kotor, tanpa air sedangkan lampu tidak berfungsi,” tutur seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya.
Tahun lalu, perusahaan logistik Afrika Selatan, Transnet, berniat untuk berinvestasi di bidang transportasi kereta api Zimbabwe dengan total investasi mencapai 400 juta dolar AS atau senilai dengan 6 triliun rupiah.
Meski demikian, pengguna setia kereta api Zimbabwe diminta untuk bersabar dengan kondisi yang ada sementara proses pembangunan terus digalakkan. [Mohamad Deny Irawan]























