Dhaka, Gontornews — Pemerintah Turki melalui Presiden Racip Tayyep Erdogan, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dan istri Erdogan, Emine Erdogan berkenan untuk mengunjungi kamp pengungsian Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh. Dalam pertemuan tersebut, Turki menegaskan dukungannya sebagai negara terdepan dalam upaya membantu menanggulangi masalah pengungsi etnis minoritas Rohingya di Bangladesh.
“Turki mendukung kami, ada banyak rencana (yang mereka persiapkan) terkait isu Rohingya,” kata seorang pengungsi Rohingya, Abul Hasan Mahmood Ali di depan wartawan internasional sebagaimana dilansir Anadolu.
Lebih lanjut, komitmen Turki dalam membantu meringankan penderitaan warga Rohingya yaitu dengan membangun sebuah rumah sakit di wilayah pengungsian serta mengadakan kegiatan-kegiatan di berbagai bidang.
Secara internasional, Turki mendorong pertemuan darurat Organisasi Konferensi Islam (OKI) serta mengadvokasi Rohingya di sidang Majelis Umum PBB di New York beberapa waktu yang lalu.
Selain membangun ribuan tempat perlindungan bagi para pengungsi, Palang Merah Turki juga menyediakan makanan bagi ribuan warga Rohingya setiap harinya.
Mantan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mendorong beberapa negara tetangga untuk membangun rumah-rumah bagi etnis Rohingya di kampung halamannya di Rakhine. Turki, misalnya, meminta kepada Tiongkok agar membangunkan rumah bagi mereka sebanyak 1000 rumah dan India akan membangun 250 rumah di Rakhine.
“Pemerintah India telah membangun 250 rumah bagi Rohingya di sana. Pemerintah Tiongkok akan membangun 1000 rumah di sana,” tutur Binali Yilidirim sebagaimana dilansir Yeni safak.
“Saya mengatakan kepada mereka untuk membangun rumah-rumah di tempat tinggal mereka,” tambah Yilidirim.
Sebagaimana diketahui, Bangladesh dan Myanmar telah mencapai kesepakatan untuk melakukan repatriasi bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Namun, kesepakatan tersebut terhambat karena disinyalir tidak ada keterlibatan langsung dari lembaga-lembaga internasional. [Mohamad Deny Irawan]





















