Paris, Gontornews–Lembaga budaya dan ilmiah PBB (UNESCO) menegaskan hak rakyat Palestina atas kompleks Masjidil Aqsa. Keputusan ini ditunjukkan dalam sebuah rancangan resolusi yang disetujui oleh komisi UNESCO pekan lalu.
Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova menegaskan, dua puluh empat negara memberikan suara mendukung resolusi UNESCO pada 11 Oktober, dua puluh enam negara abstain dari pemungutan suara, sementara enam negara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Lithuania dan Estonia – menentang gerakan resolusi itu.
“Resolusi itu mengecam rezim Tel Aviv untuk menghambat kebebasan umat Islam beribadah dengan peningkatan agresi dan tindakan illegal,” seperti dikutip dari laman tasnimnews (19/10).
Lebih lanjut Irina mengutuk penyerbuan terus menerus terhadap Masjidil Aqsa dan Haram al-Sharif oleh ekstrimis sayap kanan Israel dan pasukan berseragam Israel.
Sementara, Wakil Duta Besar Palestina untuk UNESCO Mounir Anastas meminta supaya Israel menghentikan semua pelanggaran mereka di kompleks Masjidil Aqsa, termasuk penggalian arkeologi di sekitar tempat keagamaan.
“Kita mengingatkan Israel supaya menghentikan penggalian di sekitar tempat keagamaan dan pendudukan di Yerusalem,” tuturnya.
Ini adalah kedua kalinya UNESCO menyetujui resolusi anti-Israel. Organisasi PBB ini juga mengecam gerakan agresi Israel dan langkah-langkah ilegal mereka terhadap kebebasan beribadah dan pengetatan akses ke Masjidil Aqsa untuk umat Islam.
Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah tempat suci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Rancangan resolusi ini memicu reaksi kemarahan Israel kepada UNESCO. Menteri pendidikan Israel, Naftali Bennett menyebut UNESCO telah mengabaikan hubungan ribuan tahun Yahudi dengan Jerussalem. Ia juga menyebut UNESCO telah membantu aksi terror.
Ketegangan Israel dan UNESCO ini terjadi untuk kesekian kalinya, dimana sebelumnya Israel sempat memutus hubungan dengan UNESCO ketika Palestina menjadi anggota penuh ke 195 UNESCO pada Oktober 2011. [Ahmad Muhajir]
















