Ngawi, Gontornews – Jangan anggap enteng usaha jualan mie ayam. Annisa Bakery mampu meraup omzet sekitar 5 juta rupiah setiap hari. Seperti apa usaha itu?
Annisa Bakery selalu membuat rasa baru untuk para santri Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Mantingan, Ngawi. Mulai dari saat merintisnya pada tahun 2016, yaitu mie ayam ori dilanjutkan dengan bakso kemudian mie ayam berbagai warna.
Dan di tahun lalu, Annisa Bakery membuat menu baru yang diberi nama “Cwi Mie”, dengan tekstur mie yang lembut di atas kerupuk pansit yang renyah dengan taburan irisan ayam yang lezat. Hal ini membuat Cwi Mie menjadi menu terfavorit di kalangan santri.
“Mie ayamnya buatan sendiri. Porsinya cukup banyak. Tapi, saya kurang berminat karena antreannya panjang,” ujar Luthfi Indri (penggemar Cwi Mie), santriwati kelas 3C Pondok Modern Gontor Putri Mantingan, Ngawi, Rabu (24/10).
Sementara itu Nur Jehan dan Bahitsa, santriwati kelas 6, mengatakan, Cwi Mie menjadi makanan terfavorit di saat ujian berlangsung.
Jam 4 adalah jam yang sangat ditunggu santriwati, karena dari jam 4 hingga jam 5 mereka baru bisa merasakan menu-menu favorit mereka. Tak heran jika santri rela berdesak-desakan meski kadang harus kecewa ketika menu habis saat antrean mereka sudah berada di depan.
Tetapi, hal ini tidak membuat para santriwati kapok untuk kembali membeli membeli di hari-hari berikutnya.
Sayangnya, Cwi Mie memakai wadah yang terbuat dari bahan sterofoam. “Cwi Mie memakai sterofoam, itu tidak baik. Kalau panas membuat penyakit, dan sterofoam tidak bisa diuraikan. Lebih bahaya sterofoam daripada plastik,” jelas Nur Luthfia, ketika ditanya mengapa kurang menyukai Cwi Mie.
Saat ini Cwi Mie mempekerjakan 10 guru dengan tiga pekerja rutin. Mereka membuat makanan dari pagi hingga pukul 11 siang. Unit usaha ini menghasilkan omset harian sekitar 5 juta rupiah per hari.
Bahkan omzet itu akan bertambah ketika ada acara bazar di Pondok. Meski lelah, para pekerja ini mengaku senang dengan kegiatan mereka sehari-hari meski jadwal libur hanya hari Jumat.
“Saya sangat senang bekerja di sini karena ada kebersamaan antara pekerja dan ustadzah maupun santriwatinya,”aku Rosabila. [Afifah Fauziyyah]


















