Bashiqa, Gontornews — Militer Irak dan pasukan Peshmerga Kurdi telah memulai serangan dua arah terhadap ISIS di Mosul. Satu dari timur laut daerah Bashiqa dan kedua melalui timur desa-desa Bartella.
Pasukan khusus Irak bergabung hari Kamis (20/10)ย sebelum fajar di Bartella. Mereka menghadapi berondongan senjata dari ISIS.
Mayor Jenderal Maan al-Saadi mengatakan, pada hari keempat operasi besar-besaran terhadap Mosul, pasukan elit kontra terorisme dengan dukungan serangan udara koalisi pimpinan AS dan artileri berat berusaha merebut kembali Kota Mosul, kota terbesar kedua Irak, dari ISIS.
Zeina Khodr dari Al Jazeera melaporkan mendengar suara tembakan berat dan artileri dari garis depan dekat Bartella, saat perang terbuka itu berlangsung.
“Pagi ini ISIS mencoba untuk mengirim pembom mobil bunuh diri, tapi itu dapat dihancurkan,” kata Khodr.
“Fokus serangan terbaru ini adalah untuk mencapai pinggiran Kota Mosul,” Khodr menambahkan.
Pasukan khusus diharapkan memimpin jalan ke Mosul, di mana mereka akan menghadapi perlawanan sengit para pejuang ISIS yang sedang mempersiapkan puncak pertempuran.
โDi daerah sekitar Mosul, pasukan Irak bisa mendapatkan keuntungan dari penggunaan kekuatan udara dan artileri. Tapi mereka akan mendapatkan perlawanan sengit saat mencoba memasuki kota,โ Khodr melaporkan.
Sementara itu Hoda Abdel Hamid, juga dari Al Jazeera, melaporkan dari garis depan dekat Bashiqa, perang terbuka terjadi di timur laut antara pasukan Peshmerga Kurdi dengan ISIS. Ini juga menandai pintu masuk baru ke arena pertempuran.
“Sejauh ini, timur laut tetap statis. Ini adalah pertama kalinya mereka mendesak ISIS melalui sini, semua jalan dari Mosul Dam,” katanya.
“Pasukan Peshmerga Kurdi di sini siap menghadapi banyak jebakan serta pelaku bom bunuh diri. Tetapi mereka memiliki dukungan udara, serta artileri dan mortir.”
Abdel Hamid melaporkan, ada “ledakan besar dan raungan ambulans” yang bergegas kembali ke rumah sakit dari garis depan, menunjukkan korban di pihak Peshmerga saat perang terbuka Kamis dini hari.
Sama seperti pasukan Peshmerga saat merebut kembali sembilan desa pada hari pertama serangan, tujuan dari serbuan timur laut ini adalah untuk merebut kembali dan mengamankan daerah sekitarnya di Bashiqa sebelum menunggu dukungan dari pasukan Irak untuk mempersiapkan diri memasuki Kota Mosul, Abdel Hamid menambahkan.
Sementara itu, warga sipil telah mengungsi dari rumah-rumah mereka. PBB mengatakan, pertempuran di Mosul akan memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi.
Dan di Mosul, ratusan ribu warga sipil terjebak dengan berkurangnya pasokan di hari Rabu (19/10). Mereka banyak berlindung di ruang bawah tanah.
“Kami tidak bisa tidur semalam karena serangan udara. Ada suara ledakan besar tapi aku tidak yakin apa yang menjadi target,” kata Abu Saif (47), seorang warga Mosul ketika dihubungi oleh kantor berita AFP. “Banyak keluarga yang mulai kehabisan sembako, tidak ada aktivitas komersial di Mosul. Kota ini telah terputus dari dunia.” [Rusdiono Mukri]




















