Kuala Lumpur, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa wilayah Laut Cina Selatan (LCS) yang saat ini menjadi sengket karena diklaim sepihak oleh Cina, harus dapat dimanfaatkan oleh semua negara. Bagi Mahathir, LCS tidak berbeda dengan Selat Malaka yang mampu menjadi jalur transportasi laut utama di wilayah Asia Tenggara.
“Orang Cina mengklaim LCS secara sepihak. Tetapi di saat yang bersamaan, banyak kapal yang dapat melewati selat Malaka maupun LCS,” kata Mahathir Mohamad sebagaimana dilansir New Strait Times.
“Laut adalah jalur komunikasi utama, Jadi Cina ingin memastikan bahwa laut hanya bisa diakses bagi perdagangan pribadinya saja. Saya pikir, mereka tidak ingin menghentikan setiap kapal yang melintasi wilayah tersebut dan Malaysia bisa hidup dari hal tersebut (jalur transportasi laut),” tambah Mahathir.
Berbeda dengan sejumlah negara seperti Brunei Darussalam, Taiwan, Indonesia, Filipina dan Vietanam, yang melakukan protes atas klaim sepihak wilayah LCS, Malaysia menempuh jalur berbeda dengan mengedepankan upaya diplomasi.
Bagi Mahahtir, menimbang kekuatan Cina saat ini, protes yang dilayangkan oleh negara-negara di ASEAN sangat mudah diabaikan oleh Cina. Mahathir bahkan tidak segan menyebut bahwa langkah dan sikap konfrontatif terhadap klaim sepihak Cina bukan merupapakn langkah bijaksana yang bisa dilakukan saat in. [Mohamad Deny Irawan]





















