Putrajaya, Gontornews — Deputy Agung Malaysia, Sultan Nazrin Muizzunddin Shah, mengatakan bahwa masalah umat saat ini adalah pemimpin yang tidak dapat dipercaya, tidak memiliki integritas serta meningkatkan kekayaaan pribadi dengan menolak pemenuhan hak-hak umat.
“Kekayaan materi yang diperoleh melalui cara-cara yang mencurigakan akan membuat orang kaya dengan cepat,” ungkap Sultan Nazrin Muzzuddin Shah dalam pidato peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Putrajaya, Malaysia, Selasa (20/11).
“Kakayaan yang datang secara tiba-tiba tanpa pengayaan pemikiran, kecerdasan dan pengetahuan jiwa bukanlah arti sebenarnya dari kaya. Kekayaan yang diperoleh dengan cara ini, biasanya, tidak akan bertahan lama,” tambahnya sebagaimana dilansir New Strait Times.
Lebih lanjut, Deputi Agung Malaysia itu juga mengatakan bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak baik hanya akan melahirkan kesombongan serta pemborosan belanja terhadap hal-hal yang tidak penting. Jika budaya ini menjangkiti para pemimpin, maka pemborosan sumber daya, pembangunan negara akan memburuk dan dapat berakibat pada peningkatan angka pengangguran dalam sebuah negara.
“Tingkat migrasi kel uar, penyelundupan, korupsi juga akan meningkat seiring dengan meningkatnya masalah sosial lainnya,”
“Semua akan mempengaruhi perdamaian publik, stabilitas politik dan rakyat akan merasakan kesedihan dan penderitaan,” tambah Sultan Nazrin di depan para tamu yang hadir seperti Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, Wakil PM Malaysia, Wan Azizah Wan ismail serta Menteri di Departemen Perdana Menteri, Mujahid Yusof Rawa.
Selain itu, Sultan Nazrin juga mengingatkan kepada para pemimpin agar tidak bersikap munafik karena dapat menghancurkan pilar-pilar integritas. “Banyak masalah yang dihadapi umat saat ini adalah krisis yang dipicu oleh perebutan kekayaan dengan cara tidak tepat dan transparan,” tandas Sultan Nazrin.
“Bahkan, perebutan kekuasaan terjadi karena kekuasan dipandang sebagai upaya memperkaya diri, keluarga dan kroni,”
“Jika para pemimpin sadar bahwa mereka memikul tanggungjawab yang lebih besar terhadap Allah swt, maka umat dan negara akan makmur,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]























