New York, Gontornews — Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) mengirim 11 pesan kepada penasihat terdekatnya, yang dilaporkan mengawasi operasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, pada jam sebelum dan sesudah pembunuhan berlangsung pada 2 Oktober lalu. Demikian laporan Wall Street Journal seperti dikutip Aljazeera.
Journal mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah meneliti kutipan dari file intelijen yang diklasifikasikan sebagai “sangat rahasia”, yang mengutip penyadapan elektronik dan informasi rahasia lainnya antara Pangeran Mohammad dan ajudannya, Saud al-Qahtani.
Namun, isi pesan antara kedua pihak tidak diketahui.
“Kami tidak memiliki laporan langsung bahwa putra mahkota mengeluarkan perintah pembunuhan,” tulis Journal.
Temuan melaporkan bahwa Qahtani, yang mengawasi tim 15 orang pembunuh Khashoggi, juga dalam komunikasi langsung dengan pemimpin tim di Istanbul.
“Kami menilai sangat tidak mungkin tim eksekusi ini … melakukan operasi tanpa otorisasi Mohammad bin Salman,” katanya.
Khashoggi, seorang pengkritik vokal Putra Mahkota Saudi, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul. Dia meninggalkan Arab Saudi dan menetap di negara bagian Virginia, AS. Di sana ia menjadi kontributor reguler untuk The Washington Post.
Menurut temuan, Pangeran Muhammad mengatakan pada Agustus 2017 kepada rekannya bahwa jika upaya untuk membujuk Khashoggi kembali ke Arab Saudi tidak berhasil, “Kami mungkin bisa memancing dia di luar Arab Saudi dan membuat perhitungan.”
Namun Journal mengatakan tidak jelas apakah pernyataan itu langsung oleh MBS atau oleh orang lain yang mendeskripsikan pernyataannya.
Tapi seorang juru bicara CIA menolak mengomentari laporan itu. [Rusdiono Mukri]





















