Kabul, Gontornews — Menyusul arah pembicaraan perdamaian di Afghanistan yang melibatkan Pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban yang berangsur-angsur menemukan titik positif, seorang pejabat milier Amerika Serikat, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa Amerika Serikat bersiap untuk menarik seluruh pasukan milternya dari Afghanistan.
Langkah ini dilakukan demi menciptakan iklim perdamaian di Afghanistan setelah mengalami invansi militer Amerika Serikat di tanah Osama bin Laden sejak 17 tahun silam.
“Tentu saja, kami tidak mencari kehadiran militer secara permanen di Afghanistan,” ungkap seorang pejabat di Kabul, Afghanistan, sebagiamana dilansir Reuters.
“Tujuan kami adalah membantu pihak manapun yang berkomitmen dalam menciptakan perdamaian di Afghanistan serta membangun kemitraan di masa mendatang, yang mungkin saja ditetapkan, oleh Pemeritah pasca kesepakatan perdamaian,” tambah pejabat tersebut.
“Kami ingin meninggalkan warisan yang baik,” katanya.
Meski demikian, ide untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan terbentur dengan tidak adanya instruksi langsung dari Donald Trump kepada Pentagon.
Sementara itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyambut baik pembicaraan perdamaian serta menyebut bahwa tidak ada warganya yang ingin mengalam invasi militer dari negara-negara lain tak terkecuali Afghanistan.
“Tidak ada warga Afghanistan yang menginginkan pasukan asing di negara mereka untuk jangka waktu yang panjang,” kata Ghani.
“Kehadiran pasukan asing saat ini didasarkan pada kebutuhan. Dan sesuai rencana yang tepat dan tersusun, kami berusaha untuk menurunkan jumlah (kehadiran pasukan asing) itu menjadi nol,” pungkas Ghani. [Mohamad Deny Irawan]





















