Jakarta, Gontornrws — Berkaitan unjuk rasa 4 November 2016, Partai Demokrat mendesak agar penegak hukum memproses hukum penista agama. “Jangan sampai Ahok kebal hukum. Jangan urusan satu orang mengalahkan 250 juta orang,” tegas Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam siaran pers, SBY menjelaskan unjuk rasa besar terjadi karena warga marah menuntut keadilan. Mereka bergerak dengan kesadaran sendiri karena akidahnya terusik, bukan digerakkan apalagi dibayar.
Berikut siaran pers SBY di kediamannya.
1. Unjuk rasa bukan kejahatan politik.
2. Jangan main tangkap dan main tembak kepada demontrasi.
3. Jangan menuduh bahwa demontrasi adalah bayaran. Bila ada tuduhan, itu fitnah sekaligus menghina. Apalagi masalah aqidah. Tidak boleh berkata begitu. Bila ada intelijen berkata begitu, saya katakan itu tidak benar. Saya sebut itu intelijen eror.
4. Sikap partai Demokrat :
a. Jangan menyibukkan sesuatu tanpa bukti (tidak ada manfaatnya).
b. Yang terbaik adalah : bila masalahnya ini selesai , sehingga tidak perlu ada demontrasi.
c. Penyebab ada demontrasi karena :
– tuntutannya tidak didengar.
– karena mempersulit urusan, mari kita buat mudah.
– Pak Ahok dianggap menistakan agama, ini secara hukum tidak boleh, artinya ini bersalah. Maka bila ingin tidak terbakar negeri ini, maka JANGAN sampai ada anggapan bahwa pak Ahok kebal hukum.
5. Jadi sekarang bola ada di penegak hukum, bukan di Pak Jokowi maupun demontrasi.
Harapan partai demokrat harus fair, adil, transparan dan tidak direkayasa. Dengan penegak hukum yang amanah maka rakyat akan menerima walaupun ada yang melakukan naik banding.
6. Apa ini ada nilai politiknya, karena Pak Ahok calon Gubernur? Mari kita lihat dengan pikiran jernih : apa yang diungkap oleh Pak Ahok (perihal Almaidah: 51) bukanlah pelanggaran KPUD, tapi ini adalah pidana. Tidak ada kaitannya dengan pemilihan gubernur maupun tidak ada pemilihan gubernur. Pak Ahok tetap bisa berpolitik tanpa kehilangan haknya.
7. Pendapat saya pribadi berkaitan pilgub DKI : biarkan ketiga calon Gubernur ini menjadi pemilihan rakyat DKI, dan semua pihak harus benar2 ikhlas dan tulus.
8. Partai Demokrat tidak ingin masalah sosial, agama menjadi masalah keamanan.
9. Kita ingin negara, pemerintahan Jokowi berjalan dengan baik, maka JANGAN sampai urusan satu orang mengalahkan urusan rakyat yang berjumlah 250 juta ini.
Selesai.[DJ]



















