New Delhi, Gontornews — Setidaknya 99 orang tewas dan ratusan lainnya dirawat di Rumah Sakit di India akibat meneguk minuman keras oplosan di Sarahanpur, Kushinagar dan Haridwar, Senin (11/2). Warga India menyebut miras oplosan itu “hooch” dan “country Liquor”. Masyarakat mampu mengakses minuman tersebut karena berharga murah.
Juru bicara Pemerintah mengatakan bahwa dalam menangani minuman keras (miras) oplosan, pihaknya telah berhasil menangkap sekitar 3.049 tersangka dengan 79.000 liter miras oplosan yang disita dari seluruh negara bagian di India.
Seorang warga, Dharam Singh, menjelaskan bahwa miras oplosan telah membunuh saudaranya, Gulab, serta empat saudara lainnya dilarikan ke rumah sakit.
“Ada 4-5 orang di desa kami yang terlibat dalam penjualan miras oplosan ini. Salah satu dari mereka menjual kepada anggota keluarga kami pada hari Kamis (7/2). Kami lantas membawa para korban ke rumah sakit. Tetapi, adik bungsu saya mati di tempat, sedangkan empat lainnya menerima perawatan,” ungkap Gulab sebagaimana dilansir Indian Express.
Meski telah berhasil menangkap ribuan orang yang diduga terlibat dalam peredaran miras oplosan ini, pihak kepolisian mengaku bahwa mereka belum dapat memastikan lokasi pabrik miras oplosan tersebut.
Salah seorang warga dari daerah yang terdampak langsung miras oplosan yaitu Desa Kolkakali, Reena, menjelaskan bahwa produksi masal miras oplosan berada di kawasan berhutan dekat perbatasan.
“Saya ingat betul seorang wanita, berusia sekitar 40 tahun, berdiri di sisi jalan raya sambil menjual minuman keras. Suamiku, Rakesh, membeli dan meminumnya dengan rekan-rekannya dan kembali dalam keadaan sekarat. Tak lama setelah itu, mereka meninggal dunia,” kata Reena.
Sementara itu, otoritas kesehatan di India belum mendapatkan informasi yang pasti tentang zat apa yang terkandung dalam miras oplosan tersebut.
“Kami telah mengirim lebih dari 30 sampel viscera untuk diuji di Lucknow dan kami akan menunggu hasilnya,” kata seorang petugas di rumah sakit.
Reuters menyebut bahwa jumlah kematian akibat miras oplosan yang terjadi di India di awal Tahun 2019 ini sebagai yang terburuk sejak tragedi serupa yang menewaskan 172 orang di Benggala Barat.
“Dia mengeluh sakit perut yang parah, jadi saya membawanya untuk disuntik,” kata salah seorang istri korban miras oplosan, Hira Lal.
“Setelah kondisinya membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah, Suami saya merasakan sakit di bagian yang sama. Jadi, kami membawanya ke rumah sakit lagi dan rumah sakit menerimanya,” tambah Hira Lal.
Pejabat di Desa Saharanpur di Uttar Pradesh, Alok Kumar, menjelaskan bawha dokter di wilayahnya berhasil mengidentifikasi penyebab kematian ratusan warga India itu. Mereka menduga bahwa mereka mati akibat infeksi liver serta gangguan saluran pernapasan. [Mohamad Deny Irawan]





















