Dubai, Gontornews — Lembaga Moneter Internasional (International Monetery Fund/IMF) menyebut bahwa bantuan dana ke-13 yang diajukan oleh Pakistan untuk menanggulangi krisis ekonomi sangat bergantung upaya reformasi ekonomi yang diterapkan oleh negara tetangga India tersebut.
Pernyataan ini disampakan oleh Direktur Manajemen IMF, Christine Legarde, dan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, di sela-sela pertemuan KTT pemimpin dunia di Dubai, Senin (11/2).
Di sisi lain, Pakistan mulai mengubah arah kebijakan ekonominya setelah IMF menunda penyaluran bantuan serta memberikan ketidakpastian ekonomi. Direktur Manejemen IMF, Christine Legarde menuturkan bahwa reformasi ekonomi akan membuat Pakistan memiliki ketahanan ekonomi dan tumbuh dengan lebih kuat dan inklusif.
“Sebagaimana ditekankan dalam agenda kebijakan pemerintah baru yakni melindungi masyarakat miskin dan memperkuat tata pemerintahan adalah prioritas utama untuk meningkatkan standar kehidupan masyarakat yang berkelanjutan,” tutur Legarde sebagaimana dilansir Daily Times.
Dalam kunjungan tersebut, PM Imran Khan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi, Menteri Keuangan Pakistan Asad Umar, Menteri Urusan Maritim, Syed Ali Haider Zaidi serta penasihat Perdana Menteri untuk perdagangan Abdul Razak Dawood.
Pakistan sendiri sudah meminta bantuan kepada sekutu mereka, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Keduanya telah memberi pinjaman sekitar 10 milar dolar AS untuk mengurangi tekanan cadangan mata uang asing yang semakin menipis.
Tidak hanya itu, Pakistan juga merevisi target pertumbuhan ekonomi pada 2019 dari 5,8 persen menjadi 5,2 persen. Kebijakan ini dilakukan setelah Pemerintah menerapkan pemotongan anggaran dalam angka pembangunan manufaktur skala besar. Mereka juga menurunkan target pertumbuhan ekonominya dari 6,9 persen menjadi 5,8 persen. [Mohamad Deny Irawan]





















