Kashmir, Gontornews — Sebuah bom bunuh diri terjadi menewaskan setidaknya 44 pasukan paramiliter India di Kashmir, Jumat (15/2). Kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad (JeM) mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan paling mematikan sepanjang satu dekade terakhir itu.
Akibat serangan tersebut, tensi hubungan antara kedua negara memanas. India menuduh Pakistan membiarkan kelompok militan JeM untuk beroperasi di wilayahnya serta meminta Pakistan untuk segera mengambil tindakan atas insiden tersebut. Di sisi lain, Pakistan menolak anggapan tersebut.
Sebagai informasi, Kashmir merupakan sebuah wilayah mayoritas Muslim yang menjadi sengketa sejak puluhan tahun yang memicu permusuhan antarkedua negara. Walhasil, kedua negara tetangga tersebut sama-sama mengklaim sebagian wilayah Kashmir sebagai bagian dari wilayah negaranya.
Menurut keterangan saksi mata, ledakan yang menyerang konvoi rombongan pasukan polisi (Central Reserve Police Force/CRPF) itu terdengar dari jarak 300 meter dari pusat kejadian. Seorang jurnalis, Mohammad Yunis, yang datang sesaat setelah kejadian melihat darah serta bagian tubuh korban yang tercerai berai sedari 100 meter dari titik kejadian. Insiden ini terjadi di jalan utama yang melintasi negara bagian India, Jammu dan Kashmir.
“Kami menuntut Pakistan untuk menghentikan dukungannya terhadap teror dan kelompok teroris yang beroperasi di wilayahnya, membongkar seluruh bangunan diduga markas teroris untuk melancarkan serangannya di negara-negara lain,” ungkap pernyatan resmi Kementerian Luar Negeri India sebagaimana dilansir Reuters.
Pakistan menolak anggapan tersebut seraya mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden memprihatinkan tersebut.
“Kami sangat menolak setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh sejumlah elemen pemerintahan India serta kalangan media yang berusaha menghubungan serangan tersebut dengan Pakistan tanpa upaya penyelidikan,” balas Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak tanggapan India soal insiden bom Kashmir.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, pun mengutuk tindakan yang disebutnya sebagai tindakan pengecut.
“Saya mengutuk serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan kami yang berani tidak akan sia-sia,” kata Modi dalam akun twitter nya.





















