Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal (70) mungkin tak menyadari dirinya disebut Doktor oleh Grand Syeikh al-Azhar (GSA) Muhammad Thayyib. Padahal, Ustadz Hasan –sapaan akrab santrinya– tidak menyandang gelar itu. Ustadz Hasan hanya ‘nyaris’ menjadi sarjana karena sebelum menyelesaikan studinya di Madinah, ia pulang ke Indonesia karena sang ayah, KH Ahmad Sahal, salah satu pendiri Pondok Modern Gontor, wafat.
GSA berulang kali menyebut Kiai Hasan “Duktur Hasan” dalam sambutan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Gontor. GSA mengunjungi Gontor dalam rangka peringatan Milad 90 Tahun Gontor, Kamis (25/2). Pada kesempatan itulah GSA memberikan 50 beasiswa penuh kepada santri Gontor yang ingin melanjutkan studi ke Universitas al-Azhar Mesir. Jumlah tersebut setara dengan jumlah penerima beasiswa al-Azhar kepada Indonesia melalui jalur pemerintah. “Allahu akbar!!!” pekik Kiai Hasan mendengar berita yang membanggakan dan mengharukan itu.
Selain memimpin dan mengasuh Gontor, Ustadz Hasan juga memimpin Pesantren Tahfidz al-Muqaddasah yang berlokasi tak jauh dari Gontor. Meski umurnya hampir 70 tahun, namun Ustadz Hasan terlihat segar bugar. Mohamad Deny Irawan



















