Tripoli, Gontornews — Para pengungsi dan migran di sebuah pusat penahanan di garis depan konflik di Tripoli selama berminggu-minggu mengatakan, mereka ditembak tanpa pandang bulu pada hari Selasa (23/4) oleh pejuang/pemberontak yang bersekutu dengan pasukan timur yang bergerak ke ibukota Libya.
“Setidaknya 10 orang terluka parah akibat tembakan,” kata para tahanan dikutip Aljazeera.
“Saat ini mereka menyerang pusat penahanan itu, menembak banyak orang … Mereka menembak kami secara langsung,” kata seorang lelaki Eritrea.
“Kami membutuhkan perawatan medis sekarang karena sangat banyak yang terluka.”
Empat orang di pusat penahanan di Qasr bin Ghashir, 25 km selatan Tripoli, mengatakan para pejuang yang menyerang mereka disejajarkan dengan Tentara Nasional Libya yang dipimpin oleh komandan pemberontak Khalifa Haftar yang pasukannya menyerang ibukota Libya pada 4 April.
Menurut badan pengungsi PBB (UNHCR), lebih dari 100 wanita dan hampir 50 anak termasuk di antara 728 pengungsi dan migran berada di pusat penahanan itu.
“Kami sangat khawatir tentang peristiwa yang terjadi hari ini di Qasr bin Ghashir dan kami sedang berusaha mencari solusi untuk membawa mereka ke lokasi yang lebih aman,” ujar Paula Barrachina, juru bicara UNHCR, seperti dikutip Aljazeera. [Rusdiono Mukri]


















