Riyadh, Gontornews — Mantan penasihat Kerajaan Arab Saudi, Saud al-Qahtani, menghilang. Ia tidak pernah hadir dalam persidangan tertutup 11 tersangka pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.
Qahtani merupakan salah satu dari dua pejabat Saudi yang terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Pejabat yang lainnya, Wakil Kepala Intelijen Ahmed al-Asiri, selalu menghadiri persidangan.
Mengutip kantor berita AFP, Aljazeera menyebutkan Ahmed al-Asiri mengawasi pembunuhan kolumnis Washington Post itu di konsulat Istanbul pada Oktober lalu. Ia mengaku diperintahkan oleh al-Qahtani.
Baik al-Qahtani maupun al-Asiri merupakan orang-orang terdekat (lingkaran dalam) Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS).
Keduanya secara resmi dipecat menyusul kasus pembunuhan tersebut, tetapi hanya al-Asiri yang muncul dalam lima sidang pengadilan sejak Januari lalu.
“Qahtani tidak termasuk di antara 11 tersangka,” kata salah satu pejabat Barat mengatakan kepada AFP.
“Apa arti ketidakhadirannya? Apakah Saudi ingin melindunginya atau mendisiplinkannya secara terpisah? Tidak ada yang tahu.”
Jaksa penuntut umum kerajaan November lalu mendakwa 11 tersangka yang tidak disebutkan namanya, termasuk lima orang yang bisa menghadapi hukuman mati atas pembunuhan tersebut.
Para diplomat dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB: AS, Inggris, Prancis, Cina, Rusia, serta Turki diizinkan hadir sebagai pengamat dari proses hukum yang sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Arab itu. [Rusdiono Mukri]



















