Khartoum, Gontornews — Dewan Militer Transisi yang berkuasa di Sudan mengatakan tentara tidak akan membiarkan kerusuhan di negara itu.
“Kami tidak akan membiarkan kekacauan. Kami akan menanganinya dengan tegas sesuai dengan hukum,” kata Mohamed Hamdan Dagalo, wakil presiden Dewan Militer Transisi, dalam konferensi pers pada hari Selasa (30/4).
“Kami tidak ingin memperburuk situasi. Kami berkomitmen untuk negosiasi. Setelah hari ini, tidak akan ada adegan kacau,” tambahnya sebagaimana dikutip Aljazeera.
Ia mengatakan hal itu sehari setelah pengunjukrasa mengatakan tentara berusaha membubarkan aksi duduk mereka di ibukota Sudan, Khartoum.
Ribuan pengunjuk rasa telah berkemah di luar markas tentara di Khartoum, hampir tiga minggu setelah militer dan pasukan keamanan menurunkan Presiden Omar al-Bashir dari kekuasaan pada 11 April 2019.
Pada hari Senin, demonstran Sudan mengatakan militer berusaha untuk menghilangkan barikade di tempat duduk di luar markas tentara.
“Dewan militer merupakan jelmaan dari rezim yang digulingkan. Tentara berusaha membubarkan aksi duduk dengan menghilangkan barikade,” kata Asosiasi Profesional Sudan (SPA), kelompok yang pertama kali meluncurkan gerakan melawan rezim al-Bashir. [Rusdiono Mukri]


















