10
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 1 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Hasil Ijtima’ Ulama 3, Perseteruan Umat vs Jokowi Semakin Tajam

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
3 May 2019
in Kolom
0
Ijtima’ Ulama 3, Makarkah?

Berawal dari kasus Ahok menista agama. Tujuh juta umat mengepung Monas. Menuntut Ahok dipidanakan. Pressure umat yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dalam gerbong GNPF sukses memenjarakan Ahok lewat sidang pengadilan pasca Pilgub DKI usai.

Di mana posisi Jokowi saat pilgub? Kabarnya, Jokowi sempat meminta Ahok tak mencalonkan diri di Pilgub DKI. Alasannya? Berat melawan Anies Baswedan. Sebab, umat sudah anti Ahok. Jika Anies menang, bahaya buat Jokowi nyapres.

Anies jadi bayang-bayang pencapresan Jokowi di 2019. Bersama SBY, Jokowi kabarnya juga sepakat calonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY dijamin tak akan nyapres di 2019. Ahok menolak, dan tetap memilih maju jadi cagub DKI. Informasi ini masih perlu diklarifikasi kebenarannya.

Tak ada pilihan lain bagi Jokowi kecuali mendukung Ahok. Tim, akses kekuasaan dan semua logistik dipersiapkan. Bagi Jokowi, Anies bisa jadi batu sandungan. Harus dikalahkan.

BACA JUGA

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Berani untuk Bebas

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ujung dari Pilgub DKI, AHY tersingkir, dan Ahok akhirnya kalah. Pasca Pilgub DKI, apakah perseteruan antara Jokowi dengan umat berhenti? Tidak! Berbagai fenomena persekusi dan isu kriminalisasi membuat perseteruan antara Jokowi dengan umat berlanjut, bahkan makin tajam.

Perseteruan ini kemudian mendapatkan arenanya di pilpres 2019. Ini arena yang konstitusional. Ijtima’ Ulama ke-1 dan ke-2 menyepakati Prabowo maju. Anies tetap urus Jakarta. Anies “tahu adab” dan tak mungkin mau bersaing dengan Prabowo. Kendati sejumlah partai dan ormas mendesaknya.

Kubu Jokowi sempat meremehkan kekuatan Prabowo. Dalam proses perjalanan, kerja ulama dan umat membuahkan hasil. Kampanye Prabowo-Sandi menunjukkan tanda-tanda fenomenal. Elektabilitasnya terus naik mengejar Jokowi.

Perseteruan antara Jokowi vs umat diprediksi akan berakhir pasca pilpres. Pembelahan dua kubu anak bangsa yang terus memproduksi kegaduhan diperkirakan akan berhenti setelah pilpres. Ternyata, prediksinya meleset. Apa faktornya? Masifnya kecurangan. Baik kecurangan sebelum, saat dan setelah pilpres. Fenomena kecurangan inilah yang telah memperpanjang dan makin mempertajam perseteruan itu.

Fenomena persekusi dan kriminalisasi pasca Pilgub DKI bermetamorfosis menjadi fenomena kecurangan di pilpres. Ulama dan umat meyakini betul terjadinya kecurangan secara masif, terstruktur dan sistematis. Inilah yang mendorong para ulama itu mengadakan Ijtima’ Ulama ke-3.

Ada lima poin hasil ijtima’ Ulama ke-3 yang dihadiri 1000-an utusan dari berbagai wilayah di Indonesia tanggal 1 Mei kemarin. Di antara lima poin itu, poin nomor tiga tampaknya yang dianggap paling penting dan substansial. Isi poin ketiga itu adalah:

“Mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan pembatalan/diskualifikasi paslon capres cawapres 01”.

Poin ini merupakan sikap tegas hasil Ijtima’ Ulama ke-3 bahwa ulama-umat tidak menerima Jokowi jadi presiden. Lalu, apa yang mungkin terjadi setelah hasil Ijtima’ Ulama ke-3 mendiskualifikasi Jokowi?

Ulama hanya punya umat. Mereka bisa berkumpul dalam jumlah massa yang sangat besar untuk pressure KPU agar mendiskualifikasi Jokowi. Basis massa inilah yang menjadi kekuatan yang dimiliki para ulama selama ini. Fenomenanya akan mirip seperti aksi 212. Aman dan damai.

Kali ini, yang dihadapi adalah Jokowi, bukan Ahok. Berhadapan langsung dengan Jokowi, seorang presiden yang tetap ingin jadi presiden lagi. Tidak hanya Jokowi, ulama dan umat ini juga akan berhadapan dengan kepentingan orang-orang di sekitar Jokowi. Mereka adalah orang-orang yang dikenal sebagai ahli strategi perang, dan katanya “agak tegaan”.

Harapan ulama dan umat agar KPU mendiskualifikasi Jokowi, dijamin tak akan mudah prosesnya. Sebuah perjuangan yang boleh jadi akan butuh biaya sosial. Sepertinya ini akan menjadi “ultimate game” bagi kedua belah pihak. Sulit untuk saling mengalah. Sebab, di pertarungan ini nasib kedua belah pihak ditentukan. Apakah nasib Prabowo dan Habib Rizieq dengan semua gerbong ulama dan umat yang akan berakhir? Atau Jokowi dan nasib para jenderal senior di sekelilingnya yang akan kelar?

Di mana tokoh-tokoh partai? Mereka tetap aman, siapapun yang jadi presidennya. Baik koalisi partai di kubu Prabowo maupun Jokowi. Bagi mereka, Indonesia gak akan kiamat jika calon presiden mereka kalah. Ini berlaku untuk semua partai. Siapapun yang akan jadi presiden, mereka bisa balik badan, bangun koalisi baru, lalu dapat jatah menteri. Beres!

Berbeda dengan nasib Jokowi beserta orang-orang di sekelilingnya, dan nasib Prabowo-Habib Rizieq dengan semua ulama yang ada di gerbongnya. Tak seperti para tokoh partai.

Situasi politik ini agak menghawatirkan karena kondisi kedua belah pihak yang terancam nasib masa depannya. Karena itu, bergantung Ibu Megawati, kata MH Ainun Najib. Kok Ibu Mega? Karena Mega dianggap satu-satunya orang paling potensial yang bisa melerai perseteruan ini.

Apapun yang terjadi, nasib bangsa dan negara ini harus diselamatkan. Para elit politik diharap menurunkan ego masing-masing. Lebih mengutamakan kepentingan bangsa dari ambisi pribadi dan golongan. Jika tidak, perseteruan Jokowi vs ulama-umat akan semakin tajam, dan khawatir tak bisa dikendalikan.

Tags: Ijtima'ulamaperseteruan umatPolitik
Share31Tweet20Send
Previous Post

‘Ikhwanul Muslimin akan Tetap Lebih Kuat dengan Rahmat Allah daripada Keputusan Apapun’

Next Post

ARB Minta Banyaknya Korban Pemilu Diselidiki

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

23 June 2026
Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

22 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

21 June 2026
Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

21 June 2026
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

0
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

0
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

0
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

0
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

0
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

24 June 2026
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

24 June 2026
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

24 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

23 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result