Washington, Gontornews — Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan, Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir bukan kelompok teroris. Pernyataan ini disampaikan sehubungan adanya seruan dari beberapa anggota parlemen di Kongres yang menyebut IM layak disematkan sebagai kelompok teroris.
Dalam pernyataanya di depan kongres, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Tengah, Anne W Patterson mengatakan bahwa posisi pemerintah dan Departemen Luar Negeri AS, selama beberapa tahun terakhir, menegaskan bahwa IM bukanlah kelompok teroris.
Patterson menambahkan, kelompok IM menolak kekerasan selama bertahun-tahun. Terlebih, IM juga memiliki perwakilan yang sah di negara-negara Timur Tengah.
Sementara itu, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Menteri Luar Negeri AS, Jhon Kerry membela pernyataan stafnya yang menyebut bahwa IM bukanlah organisasi teroris.
Selain itu, Jhon Kerry, di bulan Februari yang lalu, menyatakan bahwa Pemerintah AS tetap menilai IM sebagai kelompok pergerakan di Mesir.
Saat itu, Kerry menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan Senat yang mengurusi kebijakan luar negeri dan Dewan Perwakilan Rakyat AS sehari setelah kedua lembaga itu mendapatkan persetujuan dari komite yudisial yang mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan undang-undang tentang klaim IM sebagai kelompok teroris di Mesir.
Permintaan ini diduga berasal dari salah satu calon presiden Amerika Serikat , Ted Cruz yang meminta penilaian dari Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Rusia terkait aksi-aksi IM yang menyerupai aksi-aksi teroris.
Pada 2013 silam, Pemerintah Mesir secara resmi mengumumkan bahwa IM adalah organisasi teroris tak lama setelah Menteri Pertahanan saat itu, Abdel Fattah El-Sisi mengkudeta kepemimpinan Mohamed Morsi sebagai presiden terpilih.
Sejak El-Sisi menang mutlak dalam pemilihan presiden pascakudeta, Pemerintah Mesir melucuti IM dengan menangkap serta menghukum sebagian besar pemimpinnya.
Meski dituduh sebagai kelompok teroris di negaranya, eksistensi IM tetap diakui beberapa negara, salah satunya Inggris. Pemerintah Inggris mengumumkan tidak akan menolak kehadiran kelompok IM di negaranya dan tidak memasukkan IM sebagai kelompok teroris.
Meski demikian, Pemerintah Inggris juga akan meningkatkan kewaspadaannya karena beberapa bagian dari IM yang ambigu berkaitan langsung dengan aksi-aksi kekerasan yang selama ini kerap muncul di media. (Mohamad Deny Irawan)



















