Padang, Gontornews — Memasuki akhir bulan Ramadhan, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Barat menggelar Diskusi dan buka puasa bersama di Gedung Islamic Centre Al Quds, Air Tawar, Padang, Senin malam (1/6/2019).
Kegiatan yang dihadiri Majelis Syuro, Majelis Pakar, Pengurus Harian, dan Biro di lingkungan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Barat ini disamping untuk memperkuat ukhuwwah juga untuk memperkuat peran dakwah ilallah di tengah-tengah ummat.
Ketua Dewan Dakwah Sumbar, Badrul Mustafa Kemal, menyoroti perkembangan LGBT di Sumatera Barat. Badrul mengungkapkan keprihatinannya atas populasi LGBT yang terus meningkat bahkan dari berbagai media terungkap bahwa LGBT di Sumbar paling banyak dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Berdasarkan data hasil tim konselor penelitian perkembangan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), angka LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di Sumbar tercatat sebanyak 18.000 orang. Ini merupakan angka terbesar di Indonesia.
LGBT adalah penyakit masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius dari segenap masyarakat, da’i, pemerintah, generasi muda, dan akademisi. Di Kota Padang sudah ada deklarasi anti LGBT.
“Kita berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera memastikan lahirnya Perda anti LGBT untuk mengantisipasi perkembangan LGBT di Ranah Minang,” ujar Badrul Mustafa. [fathurroji]





















