Rakhine, Gontornews — Derita Muslim Rohingya di Myanmar belum berakhir. Dalam beberapa pekan terakhir ini, tiga desa yang dihuni warga Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine dibakar.
Militer Myanmar mengatakan setidaknya 28 orang tewas dalam bentrokan terbaru di negara bagian Rakhine barat itu.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan secara online, 22 penyerang bersenjatakan pedang tewas dekat Desa Dar Gyi Zar setelah mereka menyerang tentara. Sedangkan enam orang lainnya tewas dalam bentrokan di tempat lain.
Sementara itu Human Rights Watch mengatakan, gambar satelit dari NASA menunjukkan tiga desa Muslim Rohingya telah “terbakar” dalam beberapa pekan terakhir.
Pihak berwenang telah sangat membatasi akses ke daerah yang dilanda konflik, sehingga sulit untuk secara independen memverifikasi laporan itu.
Rakhine, yang merupakan rumah bagi minoritas Muslim Rohingya dan berbatasan dengan Bangladesh, telah berada di bawah blokade militer sejak penggerebekan di pos perbatasan yang menewaskan sembilan polisi bulan lalu.
Sebagaimana dirilis Al Jazeera, Senin (14/11), tentara Myanmar telah membunuh lusinan orang dalam upaya memburu para penyerang, yang oleh Pemerintah Myanmar dicap sebagai kelompok radikal Rohingya yang mempunyai link ke kelompok-kelompok bersenjata asing.
Pada hari Sabtu, militer mengklaim dua tentara dan enam penyerang tewas dalam penyergapan, setelah helikopter tempur dikerahkan. [Rusdiono Mukri]

















