Kabul, Gontornews — Kedutaan Besar AS di Afghanistan ditutup pada hari Ahad (13/11) menyusul serangkaian serangan terhadap fasilitas militer AS dan NATO di negara itu.
Melalui rilisnya, Kedutaan Besar AS mengatakan akan menutup kantor Kedubes untuk layanan rutin pada hari Ahad “sebagai langkah pencegahan sementara.”
Menteri Pertahanan AS Ash Carter menjelaskan, serangan bom bunuh diri di Bagram Airfield, Sabtu (12/11) menewaskan dua tentara AS dan dua kontraktor, juga melukai 17 orang, salah satunya warga Polandia.
“Bagi mereka yang melakukan serangan ini, pesan saya adalah sederhana. Kami tidak akan tergoyahkan dalam misi kami untuk melindungi tanah air kita dan membantu Afghanistan mengamankan masa depannya sendiri,” kata Carter seperti dilansir laman rt, Ahad (13/11).
Serangan itu dilakukan oleh seorang pria yang mengenakan rompi bunuh diri pada Sabtu pagi. Bagram Airfield AS merupakan pangkalan militer AS terbesar di Afghanistan, terletak di Provinsi Parwan. Pangkalan militer ini juga digunakan oleh Angkatan Bersenjata AS dan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF).
Sebuah penyelidikan akan dilakukan untuk menentukan, antara lain, bagaimana seseorang dengan rompi bunuh diri bisa masuk. Sebab, daerah ini sudah dilengkapi sistem pengamanan berlapis seperti scan retina.
Sebelumnya, sebuah ledakan bom mengguncang lapangan udara Bagram, pangkalan terbesar AS di Afghanistan, Sabtu pagi. Insiden ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 14 lainnya.
Militan Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di pangkalan militer AS yang diduduki oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) AS, dan kadang digunakan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. [Ahmad Muhajir/Rus]























