Jakarta, Gontornews β Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Oktober 2016. Kali ini surplus neraca perdagangan didukung dari sektor nonmigas. Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 1,21 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada September 2016 yang sebesar 1,27 miliar dolar AS.
Surplus yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas, meskipun pada saat yang sama defisit neraca perdagangan migas juga menurun.
Sedangkan, neraca perdagangan nonmigas pada Oktober 2016 mencatat surplus sebesar 1,71 miliar dolar AS, turun 0,26 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,97 miliar AS. Menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor nonmigas (4,27%, mtm) yang melebihi peningkatan ekspor nonmigas (1,22%, mtm).
Peningkatan impor nonmigas terutama dipengaruhi oleh peningkatan impor mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, biji-bijian berminyak, kapal laut dan bangunan terapung, serta perhiasan/permata. Sementara itu, peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong kenaikan ekspor lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, alas kaki, besi dan baja, serta kapal laut.
Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas turun menjadi 0,50 miliar dolar AS pada Oktober 2016 dari 0,70 miliar dolar AS pada September 2016. Penurunan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor migas (-13,1%, mtm), terutama impor minyak mentah dan hasil minyak, yang lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor migas (-2,85%, mtm).
Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada Oktober 2016 positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat mempengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















