Srinagar, Gontornews — Setidaknya 300 politisi Kashmir ditahan oleh Pemerintah India. Penahanan dilakukan dengan alasan untuk memadamkam situasi yang terus memanas pascapencabutan status khusus terhadap wilayah mayoritas Muslim itu.
Pencabutan status khusus oleh Presiden India, Ram Nath Kovind beberapa hari lalu, membuat situasi di Kashmir semakin tidak terkendali.
Seorang perwira polisi yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuter, bahwa saat ini sebanyak 300 pemimpin politik Kahsmir yang berkampanye untuk memisahkan diri dari India telah ditahan.
Dua pemimpin lokal dari Konferensi Nasional yaitu sebuah partai regional utama, juga mengatakan bahwa setidaknya 100 politisi, termasuk Mantan Menteri Negara dan Legislator juga telah ditahan.
Sementara itu, Surat Kabar Lokal, Today Today juga mengatakan jumlah politisi yang ditahan di rumah mereka ini lebih dari 400.
Sebelumnya, pada hari selasa (6/8) Mirwaiz Omar Farooq, Ketua Konferensi Hurriyat, kelompok payung separatis juga ditangkap dan ditahan di rumahnya, kabar tersebut keluar dari kantornya.
Sejak hari Ahad, setelah mencabut hak mayoritas wilayah Muslim untuk membuat undang-undang sendiri,Pemerintah India telah mematikan jaringan seluler, internet dan melarang pertemuan publik di kota terbesar, Srinagar.
Ribuan polisi paramiliter telah dikerahkan di Srinagar, sekolah-sekolah di kota itu ditutup dan jalan-jalan juga dibarikade.
Di 30 titik lokasi di Srinagar telah terjadi pelemparan batu. Setidaknya 13 orang telah dirawat di rumah sakit pemerintah di kota itu dengan cedera pelet.
Pada hari Rabu (7/8) malam, Kota Srinagar ditutup, ratusan polisi dengan peralatan anti huru hara dikerahkan di setiap beberapa meter, dan di setiap pos pemeriksaan telah dipasang kawat berduri beberapa ratus meter.
Di dekat Masjid Jama, yang telah lama menjadi pusat protes di Srinagar, terdapat batu bata dan batu dari insiden pelemparan batu, bertebaran di setidaknya tiga lokasi.
Seorang saksi mata mengatakan bahwa ada juga pelemparan batu di daerah Bemina di barat laut Srinagar, membuat jalan-jalan terhalang oleh tiang dan batu besar.
“Banyak sekali orang-orang yang marah,” kata salah satu pejabat polisi.[Devi Lusianawati]





















