Yerusalem, Gontornews — Seorang pemuda Palestina ditembak mati setelah menikam tentara Israel dengan pisau. Sementara seorang pemuda lainnya dalam kondisi kritis.
Dikutip laman Aljazeera, Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Kamis (15/8) mengonfirmasi bahwa satu warga Palestina telah terbunuh, dan kondisi lainnya masih belum diketahui.
Sementara itu, Rumah sakit Israel, Shaare Tzedek juga mengatakan satu orang yang terluka berada dalam kondisi kritis. Sedangkan polisi yang ditikam kondisinya hanya terluka ringan.
Kepolisian Israel menjelaskan Kedua warga Palestina yang melakukan penyerangan merupakan anak di bawah umur. Ia menambahkan bahwa petugas itu terluka sedang.
Rekaman video yang diposting di media sosial dan ditayangkan di televisi Israel menunjukkan dua pria muda sedang mendekati seorang polisi yang berada dekat dengan pintu masuk gerbang ke kompleks Masjid Al-Aqsha.
Para pemuda itu terlihat membawa pisau dan menikam petugas polisi sebelum petugas lain menembak mereka beberapa kali.
Melalui Kantor berita Wafa, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan selain menembak dua pemuda Palestina, seorang penjaga dari Wakaf Islam, yang mengelola kompleks di dekatnya, juga ditembak dan saat ini telah dipindahkan ke rumah sakit di Yerusalem Timur.
Insiden penikaman dan penembakan itu terjadi beberapa hari setelah terjadi bentrokan antara polisi Israel dengan jamaah Muslim di situs suci, Masjid al-Aqsha. Saat itu, Masyarakat Yahudi dan Muslim sama-sama merayakan hari besar.
Hari Ahad (11/8) saat Kaum Muslim Palestina merayakan Hari Raya Idul Adha dan ribuan orang Palestina menggelar shalat di Masjid Al-Aqsha, warga Yahudi juga merayakan hari libur Yahudi Tisha B’av. Sehingga menyebabkan peningkatan kunjungan oleh para nasionalis agama Yahudi ke situs tersebut.
Pada awalnya polisi Israel melarang Yahudi untuk mengunjungi situs tersebut pada hari Ahad. Akan tetapi kekhawatiran muncul di kalangan Umat Muslim bahwa otoritas Israel akan membuka Masjid al-Aqsha untuk Warga Yahudi tersebut.
Kekhawatiran tersebut benar terjadi, politisi Israel sayap kanan meminta polisi membuka situs itu untuk pengunjung Yahudi. Hingga akhirnya memicu banyak bentrokan.
Kompleks Masjid al -Aqsha merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam namun juga tersuci dalam Yudaisme dan wilayah itu merupakan salah satu situs paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.
Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian menganeksasi bagian timur kota itu meskipun tidak mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional.
Sementara Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibukota negara di masa depan.[Devi Lusianawati]


















