Paris, Gontornews — Seorang pejabat dan diplomat Iran, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa maksud pertemuan yang terjadi antara Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Ahad (25/8) adalah ingin menyampaikan sinyal ke Dunia Barat bahwa mereka siap mengekspor minyak sebanyak 700.000 barel per hari jika bersedia untuk bernegosiasi tentang kesepakatan nuklir 2015.
“Sebagai isyarat, niat baik dan langkah menuju menciptakan ruang untuk negosiasi, kami menanggapi proposal yang diajukan oleh Prancis. Kami ingin mengekspor 700.000 barel minyak per hari dan dibayar tunai. Itu baru permulaan. Ke depan, ekspor minyak akan mencapai 1,5 juta barel per hari,” kata seorang pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters.
Sementara itu, pejabat Iran kedua mengatakan bahwa negosiasi antara kedua belah pihak tidak akan membahas tentang program rudal balistik karena dianggap sudah jelas dan tidak bisa dinegosiasikan. Namun, Iran bersepakat soal memperbanyak pasokan uranium yang menjadi bahan bakar nuklir Iran.
“Sebagai imbalannya, kami berkomitmen pada pakta nuklir 2015,” kata seorang pejabat.
Sejumlah sumber dari kalangan industri di Iran mengatakan kepada Reuters ekspor minyak Iran turun hingga hanya 100.000 barel per hari akibat sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. [Mohamad Deny Irawan]
























