Riyadh, Gontornews — Arab Saudi dan Iran telah mengambil langkah-langkah menuju perundingan tidak langsung untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Saudi meminta Irak dan Pakistan untuk berdialog dengan para pemimpin Iran tentang de-eskalasi, menurut New York Times.
Dalam sebuah laporan pada hari Sabtu, Times mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) meminta para pemimpin Irak dan Pakistan untuk ikut campur tangan setelah serangan terhadap dua fasilitas minyak Saudi pada 14 September.
Amerika Serikat dan Arab Saudi menyalahkan musuh bebuyutan mereka, Iran, atas serangan yang menyusutkan pasokan minyak mentah dunia sebesar lima persen, meskipun pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Times melaporkan, penolakan Presiden AS Donald Trump untuk memerintahkan serangan militer kepada Iran menimbulkan pertanyaan bagi Saudi tentang komitmen Amerika terhadap keamanan Saudi.
โKurangnya tindakan AS mendorong Arab Saudi untuk mencari solusi sendiri,” tambahnya.
Pemerintah Saudi mengatakan kepada Times bahwa Baghdad dan Islamabad telah menawarkan untuk menengahi pembicaraan, tetapi membantah langkah itu atas permintaan MBS.
Sementara itu Teheran mengatakan terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Riyadh.
“Iran terbuka untuk memulai dialog dengan Arab Saudi dan negara-negara lain di kawasan itu,” kata Ali Larijani, ketua Parlemen Iran, kepada Aljazeera pekan lalu.
“Dialog Iran-Saudi dapat menyelesaikan banyak masalah keamanan dan politik di kawasan itu,” tambahnya. [RM]





















