Washington, Gontornews — Regulator penerbangan Amerika Serikat dan Uni Eropa terus melakukan peninjauan terhadap perubahan perangkat lunak penunjang keselamatan pada Boeing 737 Max. Peninjauan intensif tentang keselamatan penerbangan ini dilakukan setelah terjadi 2 kecelakaan beruntun yang terjadi dalam rentang waktu 5 bulan.
Boeing sendiri dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa penerbangan Boeing seri 737 Max akan dilanjutkan pada kuartal empat 1 Oktober mendatang. Artinya, proses uji sertifikasi keselamatan tidak mungkin dilakukan sebelum November.
Di sisi lain, EASA sebagai operator keselamatan penerbangan di Uni Eropa (Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency) mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan pihak Boeing maupun FAA untuk melakukan peninjauan keselamatan pada Boeing 737 Max ini.
βPada tahap ini, kami memiliki keprihatinan yang dihasilkan dari penilaian bahwa kami tidak dapat menyetujui pengembalian yang terkoordinasi dengan layanan. Kami terus melakukan kontak dengan FAA (Federation of Aviation Adminisration) dan Boeing,β kata Juru bicara FAA kepada Reuters.
Sementara itu, administrator FAA mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan sekitar satu bulan setelah uji penerbangan dilaksanakan untuk mengeluarkan sertifikasi agar pesawat dapat kembali diterbangkan meski, hingga Selasa (9/19), belum ada tanggal pasti kapan uji penerbangan dilaksanakan.
Sebelumnya, pesawat Boeing seri 737 Max mengalami kecelakaan yang merenggut 346 korban di Ethiopia dan Indonesia dalam rentang 5 bulan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut kesalahan pilot dan kesalahan perawatan sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat Boeing seri 737 Max. Akibatnya, seluruh penerbangan pesawat tersebut dilarang untuk mengudara sampai tinjauan keselamatan selesai dilaksanakan. [Mohamad Deny Irawan]





















