Brussels, Gontornews β Dalam upaya penanggulangan perubahan iklim dunia, Uni Eropa (UE) bersepakat memerangi sampah serta subsidi batubara. Dilansir The Guardian, UE akan menghapus subsidi batubara dan mengurangi penggunaan energi yang tidak terbarukan sebesar 30 persen dalam 10 tahun mendatang.
Paket bersih yang tercantum dalam 1000 halam tersebut menunjukkan komitmen UE dalam pertemuan sejumlah negara di dunia terkait perubahan iklim di Paris. UE juga mendorong peningkatan energi terbarukan serta membatasi penggunaan bioenergi yang tidak berkelanjutan.
Komisaris Iklim EU, Miguel Arias Canete, menyebut target efisiensi energi adalah inti dari paket yang ditawarkan. Dari situ, pengurangan impor energi dapat dilakukan, penciptaan lapangan kerja direalisasikan serta dapat menurunkan emisi.
βEropa di ambang revolusi energi bersih,β kata Canete.
βDan, seperti yang kita lakukan di Paris, kita hanya bisa mendapatkan hak ini jika kita bekerjasama,β tambahnya.
Meski demikian, belum jelas bagaimana Inggris akan menjalankan langkah-langkah energi bersih dalam hukum nasionalnya sebelum Brexit diantisipasi tahun 2019 mendatang.
Komisi mengatakan, manfaat yang dihasilkan dari energi ini mencapai 177 miliar Euro yang berasal dari mobilisasi investasi publik dan swasta per tahun. Dengan ini, UE percaya dapat membuka setidaknya 900 ribu lapangan pekerjaan baru serta memacu kenaikan PDB sebesar 1 persen.
Dalam paket yang ditawarkan EU, 50 persen energi listrik diharapkan berasal dari energi yang terbarukan pada tahun 2030 mendatang. Pun dengan Β Standar 550 gram CO2 per-kilowatt/jam sebagaimana yang ditetapkan oleh Europan Investmen Bankβs emission, juga akan diperkenalkan. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















