Ankara, Gontornews — Tewasnya pemimpin ISIL Abu Bakar al-Baghdadi adalah titik balik dalam perang melawan terorisme, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ahad (27/10).
“Pembunuhan pemimpin perang Daesh menandai titik balik dalam perjuangan bersama melawan terorisme,” kata Erdogan di Twitter, menggunakan akronim Arab untuk ISIL.
Dia mengatakan, Turki akan terus mendukung upaya anti-teror, seperti yang telah dilakukan di masa lalu. “Saya yakin, perjuangan tegas melawan terorisme, sejalan dengan semangat aliansi, akan membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia,” ujarnya dikutip hurriyetdailynews.com.
Al-Baghdadi tewas dalam serangan malam hari AS di Suriah barat laut, kata Presiden AS Donald Trump pada 27 Oktober.
Mengutip dua sumber anonim dari Pentagon dan tentara, militer AS melakukan operasi khusus terhadap al-Baghdadi di Idlib, Suriah barat laut. Baghdadi, yang memimpin kelompok jihadis sejak 2010, bunuh diri di sebuah terowongan di barat laut Suriah dengan meledakkan rompi bunuh diri ketika pasukan AS mendekat, menurut Trump.
Tubuh Al-Baghdadi hancur dalam ledakan, dan terowongan runtuh. Karena itu pasukan AS harus menggali puing-puing untuk menemukan jasadnya. “Tidak banyak yang tersisa,” kata Trump.”
Saat itulah serangan militer berubah menjadi operasi forensik – dan pasukan khusus telah siap. Mereka membawa sampel DNA al-Baghdadi. Para prajurit yang melakukan serangan itu mengira pria yang melarikan diri itu tampak seperti al-Baghdadi, teknisi Lab melakukan tes DNA di tempat untuk memastikan dan dalam 15 menit hasilnya diketahui. “Itu dia,” kata Trump.
Trump mengatakan pasukan AS tetap berada di kompleks selama sekitar dua jam setelah kematian al-Baghdadi dan menemukan materi yang sangat sensitif tentang ISIL, termasuk informasi tentang rencana masa depannya. Setelah pasukan Amerika mundur, jet tempur AS menembakkan enam roket ke rumah, meratakannya.
Trump berterima kasih kepada Turki, Rusia, Suriah dan Irak atas kerjasama mereka dalam serangan itu. [RM]


















