Cirebon, Gontornews-– Forum Bisnis (FORBIS) Gontor sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Perdana (I) di bawah naungan Pengurus Pusat (PP) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor di Keraton Kasepuhan Cirebon. Acara berlangsung dari 26 hingga 28 Oktober 2019.
Mubes FORBIS perdana dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, Ketua Umum PP IKPM al-Ustadz Ismail Budi Prasetyo, Ketua Forum Pesantren Alumni (FPA) KH Zulkifli Muhadli, Wakil Ketua MPR RI Dr Hidayat Nurwahid, Gusti Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA H Arief Natadiningrat SE.
Selain para tamu undangan, Pengurus FORBIS dan Ketua-Ketua FORBIS Daerah beserta dengan beberapa anggota juga menghadiri Mubes ini.
Dalam tausiyahnya wakil ketua MPR RI Dr Hidayat Nurwahid mengingatkan segenap pengurus FORBIS agar melipatgandakan kemampuan, kiprah/peran untuk bangsa dengan meneladani para sahabat nabi Muhammad SAW yang sukses berbisnis dan mulia.
“Sebagai rasa syukur, FORBIS perlu melipatgandakan kemampuan, kiprah/peran untuk bangsa dan negara Indonesia di berbagai bidang, khususnya ekonomi, dengan meneladani 10 sahabat mubasysyarin bil jannah (kabar gembira yang dijamin masuk surga), 9 di antaranya adalah pebisnis besar yang mulia. Syukur itu dengan menghadirkan bisnis yang bernilai membawa solusi dan berkah,” papar Hidayat Nur Wahid, yang juga alumnus Gontor.
Selanjutnya santri jangan Indonesiafobia atau anti-Indonesia sehingga tidak berperan untuk bangsa, apalagi sampai membid’ahkan sesuatu dengan kurang bijak.
Hidayat menegaskan bahwa FORBIS Gontor bukan teroris, sebaliknya berkontribusi konstruktif menghadirkan solusi untuk membangun bangsa dan negara.
“FORBIS diharapkan mampu memberi rekomendasi regulasi dan program yang dapat disinergikan dengan eksekutif dan yudikatif. Hal tersebut bisa dilakukan FORBIS dengan mengakses sinergi bersama Kemendag, Kemenindustri, BKPM, dan DPR,” sarannya.
Kemudian Hidayat juga mengingatkan pemerintah harusnya bijak dalam mengelola konflik, bahkan menghindari konflik dengan umat Islam.
“Menuduh umat Islam sebagai kelompok radikal adalah sikap ahistoris dan kontraproduktif. Kontribusi umat Islam bagi negara bangsa Indonesia sangat nyata. Bukan fiktif atau ilusi. Bahkan, jika kita jujur-bijak mencermati sejarah, ditemui fakta sekitar 70-an kerajaan Indonesia yang secara ikhlas meleburkan diri ke dalam negara Indonesia yang saat itu sebelum kemerdekaan masa depan Indonesia belum pasti,” tegas Hidayat.
Di akhir sambutan ia mengundang Raja-Raja dan Pangeran yang ada di seluruh Nusantara untuk berkenan berkunjung ke Gedung MPR RI.
“Mengamati kondisi bangsa saat ini, dengan penuh hormat-ta’dzim, saya sebagai Pimpinan MPR mohon Pangeran Arif sebagai Ketua Forum Raja-Raja se-Nusantara berkenan hadir ke MPR untuk memberi masukan bagi regulasi dan program tata kelola bangsa dan negara. Atau sebaliknya, saya akan merekomendasikan Pimpinan MPR untuk silaturahim menemui para Raja se-Nusantara,” ujar Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor itu.
Mubes perdana ini kembali menunjuk Agus Maulana kembali menjadi ketua umum Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor untuk periode kepengurusan 2019-2024.
Dengan Formatur: Agus Maulana (Ketua Umum), Anas Asrofi (Wakil Ketua Umum), Munif Attamimi (Ketua 1 Bidang Keorganisasian), Jamaluddin Hariri (Ketua 2 Bidang Pengembangan SDM), Seffi Khirrijil Yaman (Ketua 3 Bidang Kerjasama Internal&Eksternal) dan Aruman (Ketua 4 Bidang Pengembangan Usaha).
Keenam unsur ketua FORBIS ini langsung dikukuhkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKPM, Ustadz H Ismail Budi Prasetio dan disaksikan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, di Keraton Kasepuhan Cirebon, Ahad, 27 Oktober 2019, malam. []






















