Washington, Gontornews — Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Washington University menjelaskan bahwa penggunaan ganja memiliki efek negatif bagi segala umur. Terkhusus, dengan anak yang memiliki orang tua pengguna ganja, maka hal itu diproyeksi berdampak terhadap perkembangan anak.
“Penting untuk diketahui bahwa riwayat orang tua pengguna ganja adalah risiko bagi anak-anak,” kata Marine Epstein, peneliti asal Grup Diskusi Perkembangan Sosial (Social Development Research Group/SDRG) Washington University sebagaimana dilansir Science Daily.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Addictive Behaviors tersebut, peneliti berusaha mengelompokkan pengguna ganja berdasarkan kelompok umur dan dampak kesehatan yang mereka alami.
Mereka pun membagi penelitian tersebut menjadi empat kelompok umur: 1) bukan pengguna; 2) anak-anak; 3) onset (remaja usia 20-an) dan 4) kronis (berkelanjutan dan sering menggunakan).
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa perilaku anak yang orangtuanya menggunakan ganja 2,5 kali lebih mungkin menggunakan ganja di masa mendatang dan 1,8 kali mengonsumsi minuman beralkohol.
“Menggunakan ganja pada masa remaja dikaitkan dengan sejumlah masalah lain di masa kini hingga mereka dewasa,” tutur Epstein.
Saat ini, 33 negara bagian di Amerika Serikat telah melegalkan penggunaan ganja untuk beberapa alasan seperti medis. Sedangkan 11 negara bagian lainnya telah melegalkan ganja untuk penggunaan rekreasi.
Perkembangan ini, tentu saja, memiliki sejumlah implikasi terutama bagaimana orang tua menjelaskan kepada anak-anak mereka tentang ganja dan bagaimana para penyelenggara kesehatan menjelaskan ganja kepada pasien.
“Sekarang ganja sudah legal. Kita harus berbicara dengan orang tua tentang bagaimana mereka menggunakan, seberapa banyak mereka menggunakan dan apakah ini bisa digunakan oleh semua umur?”
“Lanskap ganja sedang berubah dan kita harus memperhatikannya,” pungkas Epstein. [Mohamad Deny Irawan]






















