Ankara, Gontornews — Rusia memberi tahu pihak berwenang Turki bahwa teroris menarik diri dari Suriah utara, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (29/10).
“Kesepakatan 120 jam dengan AS dan perjanjian 150 jam dengan Rusia, yang kami buat berakhir. Kami akan mengadakan pembicaraan besok,” kata Erdogan di Ankara, dikutip hurriyetdailynews.com.
Erdogan mengatakan, selain dari Turki, setiap orang yang tertarik pada Suriah memiliki tujuan utama menguasai sumberdaya minyak.
“Pemahaman primitif yang menganggap setetes minyak lebih berharga daripada setetes darah, sangat jelas,” katanya.
Menurutnya, Turki merupakan satu-satunya negara yang hanya memprioritaskan orang daripada peluang minyak dan kekuasaan, ketika melihat Suriah.
“Turki telah menunjukkan apa yang dapat dilakukannya dengan caranya sendiri dan tanpa mendapatkan izin, ketika menyangkut keamanan nasional dan tanggung jawab historis,” katanya.
Ia menambahkan, operasi Turki telah menunjukkan sekali lagi bahwa upaya untuk melemahkan Turki akan sia-sia.
Mengacu pada serangan teror terhadap Turki, Erdogan mengatakan jika serangan ini tidak dapat berhasil meskipun mendapat dukungan besar [dari kekuatan eksternal tertentu], itu disebabkan oleh sikap kuat dan tekad bangsa Turki. [RM]





















