Ankara, Gontornews — Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu mengatakan pada 20 November, jumlah operasi yang dilakukan dalam lingkup perang melawan PKK telah meningkat 150 persen dalam tiga tahun terakhir, dari level 10.000 menjadi 40.000.
“Sebanyak 363 teroris tahun ini, dan total 1.144 teroris, dinetralkan setelah identifikasi lokasi mereka dengan pesawat udara tak berawak,” kata Soylu kepada anggota Komisi Perencanaan dan Anggaran Parlemen Turki.
Pihak berwenang Turki sering menggunakan istilah “dinetralkan” untuk menyebutkan teroris yang menyerah, tewas, atau ditangkap.
“Dalam 10 bulan pertama tahun ini, 289 anggota PKK menyerah kepada pasukan keamanan melalui upaya persuasi,” kata Soylu seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Operasi yang dilakukan Turki di wilayah tenggara negara itu telah menetralisir 121 anggota PKK dan menghancurkan hampir 229 gua, tempat mereka berlindung, dan gudang, katanya.
,
“Jumlah teroris domestik telah dalam tren menurun sejak 2016, dari level 2.500 ke 550-an pada bulan ini. Partisipasi dalam organisasi menurun dari level 5.558 pada 2014 menjadi 108 pada 2019,” papar Soylu.
Pada 17 Agustus, Turki meluncurkan Operasi Kiran di tenggara negara itu melawan PKK di Provinsi Van, Hakkari dan Şırnak, diikuti dengan peluncuran Operasi Kiran-2 pada 27 Agustus di Provinsi Mardin, Şırnak dan Batman. [RM]




















