Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam Gontor berduka. Salah seorang putra terbaik Pondok Modern Darussalam Gontor, Dr H Imam Bahroni, meninggal dunia, Rabu (20/11) di Rumah Sakit ‘Aisyiyah Ponorogo.
Berdasarkan keterangan yang diterima Gontornews dari Sekretaris Pimpinan, almarhum sempat menderita penyakit diabetes pada tahun 2016 dan dirawat di rawat inap serta menjalani terapi di Lamongan. Pada tahun 2019, penyakit diabetes beliau diketahui merambat ke jantung.
Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, almarhum yang mengemban amanat sebagai Dekan Fakutas Tarbiyah UNIDA Gontor tersebut sempat mengikuti sejumlah kegiatan yang dihelat baik di dalam maupun di luar negeri.
“Pada 5-8 November 2019, almarhum mewakili UNIDA Gontor untuk menghadiri seminar SeIPTI 2019 di Univeristas Sharif Ali, Brunei Darussalam,” ungkap keterangan resmi Sekretaris Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
“Pada 10-13 November 2019, almarhum masih mengikuti rihlah guru-guru senior Pondok Modern Darussalam Gontor di Pangandaran.”

“Sepulang dari Pangandaran, almarhum masih aktif dalam rapat-rapat fakultas.”
“Pada hari Rabu pukul 17.20 WIB, almarhum tiba di UGD Rumah Sakit Aisyiyah Ponorogo untuk dilakukan pertolongan pertama dan dokter telah mendiagnosa bahwa jantung almarhum semakin melemah. Pada 17.45 WIB, dokter menyatakan bahwa almarhum telah wafat.”
“Hingga menjelang wafatnya, setelah shalat Ashar, almarhum masih aktif dalam rapat yang membicarakan tentang Persiapan Rapat Fakultas Tarbiyah Perdana Semester Genap,” jelas keterangan dari Sekretaris Pimpinan mengenai kronologi wafatnya pria yang juga merupakan asesor Karir Dosen Kopertais Wilayah IV Jawa Timur sejak 2015-sekarang.
Mahasiswa Meninggal
Selain wafatnya Ustadz Imam Barhoni, UNIDA Gontor juga dikejutkan dengan kabar bahwa salah seorang mahasiswa UNIDA Gontor Fakultas Humaniora Jurusan Hubungan Internasional, Renal Wiyarani, meninggal dunia di kamarnya di Gedung Umar Universitas Darussalam Gontor
“Innalillah wa inna ilaihi rajiun, telah meninggal dunia saudara Reinal dari Kalimantan Timur. Statusnya sebagai mahasiswa hubungan internasional fakultas Humaniora UNIDA Gontor. Almarhum meninggal dunia pukul 21.15 WIB di Rumah Sakit Islam Aisyiah Timur. Sekarang, kami tengah menanti kedatangan orang tuanya dari Balikpapan. Mohon doanya semoga almarhum husnul khatimah. Amin,” kata seorang rekan UNIDA Gontor.
“Beliau tidak sakit. Sehat wal ‘afiyat. Tadi kata temannya diajak untuk ikut menyolatkan jenazah Ustadz Imam Bahroni. Almarhum berkata akan menyusul sembari menyuruh rekannya untuk berangkat duluan.”
“Sepulangnya kami menyolatkan almarhum Ustadz Imam Barhoni, teman almarhum melihat almarhum sudah pucat dan kaku di kamarnya,” kata penjelasan rekan almarhum melalui percapakan di media sosial.
Sementara itu, fungsionaris UNIDA Gontor, Muhammad Anggi Hidayat mengamini informasi tersebut.
“Mahasiswa kita ada yang meninggal di kamar Umar,” pungkasnya mengakhiri.
Semoga almarhum Dr H Imam Bahroni dan Renal Wiyarani ditempatkan oleh Allah swt di tempat yang terhormat dan syahid fi sabilillah. [Mohamad Deny Irawan]





















