Jakarta, Gontornews — Silaturahim Alumni Gontor Pecinta Olahraga Bola kali ini diadakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK). Pertandingan yang mengusung tema “Pormada Road To GBK – “Dari GBK Menuju 1 Abad Gontor”. Sabtu, 30 November 2019. Rencananya Pertandingan akan dibuka oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal.
Ikatan Keluarga Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Divisi Olah Raga yang menjadi penaggung jawab acara bekerjasam dengan Pormada Legends, Pormada, kepanjangan dari Persatuan Olahraga Mahasiswa Darussalam. Legends, merupakan sebutan khusus untuk para juara Bola terdahulu ketika masih menjadi Mahasiswa di Darussalam Gontor.
“Alhamdulillah sejauh ini persiapan sudah hampir final. Agenda di GBK mempertandingkan antar penggemar sepak bola yang sudah berumur tapi masih semangat untuk berolahraga dan bersilaturahim. Event kali ini menggunakan stadion Madya, insyaAllah untuk selanjutnya menyambut 1 Abad Gontor akan diadakan di Stadiun Utama GBK,” ungkap Ketua Panitia Al Ustadz Muchdor kepada Gontornews. Kamis (28/11).
Alhamdulillah Pormada Legends sudah beberapa kali tour ke beberapa stadion di pulau Jawa (Brawijaya Kediri Markaz Persik Kediri, Si Jalak Harupat Bandung, Manahan Solo, Lap Agro Batu Malang tempat biasanya Timnas berlatih, Gelora Delta Sidoarjo, dan beberapa tempat lain seprti Lap. Pelita Sawangan, Lap Texas Ma’had LA TANSA, dan Darussalam Gontor Stadium (DGS) setiap tahun jelang pentas Panggung Gembira (PG ).
“Di tahun 2019 ini menjelang 1 Abad Gontor, Pormada akhirnya “membidik GBK” sebagai the next goal. Setelah hal ini diutarakan ke masyayikh/penasehat Pormada Legends salah satunya KH Adrian Mafatihullah Karim MA (pimpinan Pondok La Tansa) ternyata disambut baik dan bahkan di support maksimal dengan dukungan morildan materil, untuk beliau kami selaku panitia haturkan ribuan terimakasih wa Jazahumullah Khoiran Katsiro,” jelas Ustadz Muchdor.
Berikut nama-nama tim yang akan bertanding: ABU SITTIN FC, PORMADA FC , LATANSA FC, ASSALAM FC, WALI CARE.FC, IKPM CIANJUR FC, AL-AMANAH AL-GONTORY FC, PORMADA FC UMUM, dan DAR-EL QOLAM FC.
“Peserta yang bertanding merupakan tamu undangan dan anggota Pormada Legends dari seluruh nusantara. Insya Allah kedepannya mudah-mudahan bisa mengikut sertakan semua alumni Gontor, dengan pertandingan Internasional,” harap ketua panitia.
Untuk pertandingan nanti terbagi 2:
- Exebisi : 1. Antar Abu Sittin , 2. Antar Pormada U 35 VS Al-Amnah Al-Gontory U 35.
- Kompetisi 6 tim dengan syarat usia diatas 35.
Juaranya akan mendapatkan piala dari panitia: juara 1, juara 2 dan juara 3.
Sementara Ketua Umum Pormada Al-Ustadz Abbas Sofwan menyatakan rasa syukur yang sangat mendalam atas banyaknya nikmat dari Allah sehingga bisa menuju pertandingan di GBK yang juga selalu mendapat restu dari Kyai Gontor.
“GBK sudah lama menjadi mimpi kami, Alhamdulillah barokah dari silaturahim Allah mewujudkan mimpi tersebut. Harapan kami dengan sepakbola ini tidak hanya untuk menendang bola, tapi terdapat nilai-nilai filosofis pelajaran,pendidikan dan keluhuran dalam kehidupan bermasyarakat,” papar Ketum Pormada kepada Gontornews.com.
Sofwan melanjutkan harapan itu tersirat dari tulisan di kaos edisi pertandingan GBK ini “allamatniy al hayah”. Sepakbola merupakan medan kompetisi yang menuntut untuk mengedepankan sportifitas. Terlihat netralitasnya dalam merefleksikan keberagaman, melakukan interaksi antara satu sama lainnya. Bahkan permainan ini menjadi replika kehidupan yang sangat interaktif dan inklusif.
“Setidaknya dalam sepakbola tidak mengenal adanya prasyarat ras, agama, atau afiliasi politik maupun golongan tertentu, yang terpenting untuk dimiliki adalah kemampuan seseorang bisa menendang dan mengendalikan bola secara baik, serta dapat menjadikannya kemenangan itu sebagai simbol identitas dan kebanggaan tersendiri dari manapun mereka berasal,” tambahnya.
Kemudian diajarkan juga kerjasama teamwork yang baik karena setiap pemainnya memiliki tugas-tugas tersendiri yang sama-sama penting. Saling percaya sama rekan satu tim merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemainnya. Satu orang tidak bisa disebut tim, tapi setiap individu berjuang dan bekerja bersama.
“Begitu pun dalam hidup ini, kita tidak mungkin bisa hidup sendirian. Tentunya kita membutuhkan bantuan dan dukungan orang lain. Percaya dan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat bisa mempermudah kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi dalam hidup,” pungkasnya.
Setiap pemain dalam suatu tim sepak bola memiliki tugas masing-masing. Itu artinya, untuk bisa mencetak gol dan meraih kemenangan, mereka harus bisa disiplin dalam tugas mereka. Disiplin juga dilakukan para pemain tersebut dalam berlatih dan menjaga kondisi tubuh.
“Kalau kita punya kedisiplinan yang baik bagi diri kita, pasti hasilnya akan bisa kita nikamti dengan baik,” tutup Ketum Pormada Al-Ustadz Abbas Sofwan.
Acara penutupan pertandingan akan disampaikan oleh Ketua Umum PP-IKPM Gontor, H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo dan Pembina Pormada Legends Kiai Adrian Mafatihullah Karim MA. []



















