Oslo, Gontornews — Pascainsiden penistaan Alquran yang terjadi di Norwegia 16 November lalu, Asosiasi Muslim Norwegia mendistribusikan 10.000 Alquran yang telah diterjemahkan ke bahasa Norwegia kepada masyarakat, Kamis (5/12). Langkah ini dilakukan untuk memerangi rasisme dan kebencian terhadap agama tertentu di Norwegia.
Tidak hanya itu, penerbitan Alquran dengan terjemahan bahasa Norwegia ini juga akan melibatkan sejumlah pihak seperti Asosiasi Sastra Islam dan Masjid Minhaj-ul-Quran. Pendistribusian akan dilakukan melalui internet.
“Kami ingin menanggapi tindakan negatif dalam menyebarkan cinta dan pengetahuan seperti yang diajarkan oleh Alquran,” kata pernyataan resmi Muslim Arts and Culture Association (MACA) sebagaimana dilansir Anadolu.
Sebelumnya, sebuah kelompok anti -Islam, Stop Islamization on Norway (SION) berusaha melakukan penodaan agama dengan membakar salinan Alquran dalam sebuah protes di Kristiansand, Norwegia.
Meski tindakan tersebut urung terlaksana karena pihak kepolisian berhasil mencegah, pemimpin SION melemparkan Alquran ke dalam tempat sampah.
Menteri Kehakiman dan Imigrasi Norwegia, Joran Kallmyrl, mengatakan bahwa pembakaran Alquran dianggap sebagai kebebasan berbicara dan mengatakan pihak kepolisian untuk tidak melarang tindakan tersebut. Pernyataan itu mengecam reaksi dari komunitas Muslim Norwegia.
Dewan Islam Norwegia pun lantas mengadakan pertemuan dengan Kallmyr untuk mengklarifikasi hal tersebut.
“Menteri Kallmyr yang bertemu dengan perwakilan Dewan Islam kemarin mengatakan bahwa Norwegia menjauhkan diri dari organisasi anti-Islam dan mengatakan tidak akan memberikan dukungan apapun kepada organisasi ini,” ungkap Duta Besar Turki untuk Oslo, Fazli Corman.
Belakangan, Menteri Kallmyr mengatakan bahwa keselamatan komunitas Muslim Norwegia sama pentingnya dengan keselamatan warga negara Norwegia pada umumnya. [Mohamad Deny Irawan]




















