Jakarta, Gontornews — Kondisi Muslimah Rohingya di Myanmar terus mengkhawatirkan. Selain dibunuh, para muslimah di negara tersebut juga mengalami pelecehan seksual dan diperkosa, seperti yang disampaikan Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI), Iffah Ainur Rochma kepada Majalah Gontor (4/12).
Iffah menjelaskan, genosida yang dialami Etnis Rohingya di Myanmar telah mengancam masa depan kaum perempuan dan anak-anak di negara tersebut. “Desa-desa dibakar, warganya dikejar-kejar seperti binatang buruan yang ditangkap untuk dibantai. Perempuan dan anak-anak diperkosa dan dilecehkan,” jelasnya.
Menurut Iffah, selain bantuan makan-makanan, obat dan tempat tinggal, Muslim Rohingya menunggu kepastian soal kehidupan mereka di negaranya sendiri. Pemimpin dunia termasuk Indonesia harus mengambil sikap dengan menekan pemerintah Myanmar, melalui nota diplomatik misalnya untuk menghentikan kekerasan terhadap Rohingya.
“Bila tidak diindahkan, pulangkan atau usir duta besar Myanmar dari berbagai tempat. Putuskan hubungan dagang, diplomatik, Tarik duta besar muslim dari Myanmar,” jelasnya.
Sementara itu, dikutip dari CNN, seorang Muslimah Rohingya saat diwawancarai mengaku sangat ketakutan setiap kali tentara menyambangi tempat tinggal mereka. Tentara tersebut akan memerintahkan para perenpuan untuk mengambil air kemudian memperkosa mereka.
“Tiap kali mereka (tentara) datang, kami langsung keluar rumah,” ungkapnya .
Ia juga menceritakan, tentara yang menyambangi kampung mereka akan membunuh anak laki-laki diatas 10 tahun dan lelaki dewasa akan mereka tangkap dan tidak diketahui nasibnya.[Devi Lusiana]



















