Bogota, Gontornews — Komite antar negara untuk perlindungan warisan budaya tak berbentuk PBB yang bermarkas di Bogota, Kolombia, menetapkan 15 elemen ke daftar perwakilan warisan budaya manusia tak berbentuk, Kamis (12/12). Indonesia sendiri “mengirimkan” pencak silat sebagai salah satu warisan budaya manusia yang tidak terbentuk yang diakui dunia.
Sebagaimana dilansir laman Unesco.org, pencak silat dianggap sebagai tradisi asli Indonesia yang memadukan antara seni bela diri, mental, spiritual sekaligus estetika. Gerakan artistik dalam seni bela diri pencak silat dianggap memiliki sisi artisitik yang kuat dan membutuhkan keharmonisan fisik serta musik yang menyertainya.
“Sekalipun begitu, pencak silat menggambarkan sekelompok seni bela diri dengan banyak kesamaan meski mewakili kekhasan daerah yang berbeda,” ungkap pernyatan resmi UNESCO.
“Praktisi pencak silat diajarkan untuk mempertahankan hubungan mereka dengan Tuhan, manusia, alam dan dilatih dalam berbagai teknik untuk membela diri mereka dan orang lain,” tambah pernyataan UNESCO.
Selain pencak silat, ada sejumlah warisan budaya yang berasal dari negara-negara lain yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya manusia tak berbentuk seperti: penyambutan serta servis selama kunjungan ‘Arbain di Iraq, Harpa dari Irlandia, perayaan pengampuanan Celestinian dari Italia, kerajinan tutup kepala Ak-Kalpak dari Kyrgyzstan, Silat dari Malaysia, pertunjukan teater Kwagh-Hir dari Nigeria.
Ada pula, latihan musik dan tarian tradisional Stev/Stevjing dari Norwegia, Hatajo de Negritas dari Peru, festival musim dingin Karnaval Podence dari Portugal, tikar tenun Ie Samoa dari Samoa, kerajinan seni kawat Drotarstvo dari Slovakia, pekan suci di Mendrision Swiss, Damascene Rose dari Suriah, dan terakhir, pijat tradisional Nuad Thai asal Thailand. [Mohamad Deny Irawan]



















