pesanan-majalah-edisi-khusus
34 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 10 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Keluar dari Jeratan Nixon Shock

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
20 February 2018
in Nasional
0

Untuk kesekian kalinya,  rupiah kembali terpuruk. Indikasi pelemahan menguat menjelang perombakan kabinet dan mencapai puncaknya menjelang akhir Agustus 2015. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melewati angka psikologis Rp 14.000 per dolar per 24 Agustus. Sempat menyentuh 14.400, nilai uang kertas ini kini  bertahan pada level 14.100. Ini rekor terburuk dalam 17 tahun terakhir.

Selama sembilan bulan, rupiah sudah terdepresiasi 14,5%. Dampak lanjutannya, sudah dirasakan masyarakat. Seiring meningkatnya defisit neraca ekspor-impor, harga daging sapi kembali melonjak meski keran impor telah dibuka tanpa batas. Demikian pula, harga daging ayam dan cabai melejit, disusul kebutuhan pokok lainnya. Daya beli masyarakat turun. Pun nilai tukar petani (NTP). Industri lesu, gelombang PHK mulai terjadi. Sudah hampir 60.000 karyawan kini menganggur akibat ribuan perusahaan non aktif dan bangkrut.

Agar tidak berkelanjutan, Pemerintahan Jokowi-JK sudah berupaya meredamnya.  Mulai dari perombakan kabinet,  mengeluarkan paket kebijakan –antara lain memberi insentif (diskon) pajak pada industri tertentu, meningkatkan rasio penggunaan bahan bakar nabati (BBN), kebijakan anti dumping dan inpres pembebasan visa turis sejumlah negara – hingga pembatasan transaksi dan pembelian dolar AS.   Tetapi, seperti yang kita saksikan, pasar uang dan modal masih bergejolak. Belum ada tanda rupiah menguat atau stabil dalam waktu dekat. Sejumlah pakar dan pengamat ekonomi menilai pesimis, paket kebijakan stabilisasi perekonomian nasional itu tidak akan efektif dan efisien. Analis keuangan memprediksi pelemahan masih akan terjadi sampai Kuartal III (Oktober). Gubernur BI sendiri menduga penguatan dolar AS –baca pelemahan rupiah—akan berlanjut hingga tahun 2016.  Ini terkait dengan rencana The Fed,  Bank Sentral AS, menaikkan suku bunga hingga tahun depan.

Sejatinya, pelemahan  rupiah –juga  mata uang kertas lainnya—adalah keniscayaan. Ini konsekuensi logis dari efek Nixon Shock. Yakni, kebijakan Presiden AS Richard Nixon menerapkan sistem mata uang  dengan tarif mengambang  bebas (freely floating rate). Tahun 1971, secara sepihak,  AS menyatakan keluar dari konvensi internasional Bretton Woods, yang mengatur pencetakan mata uang berbasis cadangan emas. Mengabaikan konvensi pasca Perang Dunia II itu, AS  mencetak dolar sesukanya.  Pada saat yang sama, sebagaimana ketentuan World Bank dan IMF, dolar ditetapkan sebagai basis transaksi internasional. Semua cadangan devisa negara-negara sedunia disimpan dalam dolar AS.

BACA JUGA

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS Strategic Development Perkuat Kapasitas Pimpinan di Banten

Gagas Revitalisasi Rumah Tahfizh, Peserta Beasiswa BAZNAS Raih Juara Tingkat Nasional

BAZNAS Hadirkan Balai Ternak Kambing Perah di Wonogiri, Perkuat Ekonomi Peternak Mustahik

Implikasi dari Nixon Shock, AS dapat mencetak murah dolar. Biaya cetak setiap lembar dolar, mulai pecahan 1 sampai 100.000 dolar, hanya  4 sen. Artinya, dari setiap pecahan 1 dolar, AS menikmati  nilai nominal 25 kali dari nilai rilnya. Dengan logika sama, dari setiap pecahan 100 dolar,  AS dapat mengeruk 2.500 kali; bahkan dari pecahan 100.000 dolar,  pemiliknya bisa ‘merampok’ 2.500.000 (2,5 juta kali) nilai modalnya.

Maka, sejak 44 tahun lalu,  AS  sudah kuasa mencetak dolar tanpa back-up emas. Bayangkan, uang 1.000 dolar –yang sebenarnya setara 4 sen dolar (Rp 5600)— bisa ditukar dengan 1,4 ton beras vietnam. Betapa banyak, minyak bumi, gas alam, kerajinan, hasil hutan, ikan, bahan-bahan mentah diekspor ke Amerika. Lantas, dia cuma membayarnya dengan beberapa lembar kertas bertuliskan US$.  Sungguh, ini transaksi yang tidak adil. Ketimpangan seperti  inilah yang mengerek inflasi dan depresiasi nilai tukar uang. Ini juga yang memacu praktik spekulasi dan bubble economic  yang luar biasa.

Berawal dari Nixon Shock, liberasi pasar uang merajalela. Uang fiat yang awalnya berfungsi sebagai alat tukar semata, kemudian menjadi komoditas dagang. Sistem riba, bunga berbunga, telah menumbuhsuburkan para spekulan. Mereka  bermain valas. Para  spekulan pencari rente sudah merobohkan bangunan ekonomi sebuah negara, termasuk Indonesia. Bisa dilacak, kemana larinya dana BLBI senilai ribuan trilyun itu!

Sebagai gambaran,  dekade 1970-an  omset pasar uang  sekitar 15 milyar dolar. Pada 1980-an, saat kontrol mulai mengendor, omsetnya meningkat empat kali lipat menjadi 60 miyar dolar. Kini,, ketika pasar bebas semakin liberal, omsetnya sudah mencapai 1,3 trilyun dolar per hari. Artinya, dalam separuh abad kurang, telah melonjak 20 kali lipat. Dari gurita bisnis ribawi itu, tentu ada pihak untung besar, banyak ada juga  buntung. Lalu, kita membiarkan ini terus berlangsung?

Untuk menghentikan kedzaliman itu, dapat dimulai dengan beberapa langkah sederhana. Pertama, menghindari praktik riba dalam sistem keuangan dan aktivitas ekonomi. Kedua, mengembalikan fungsi rupiah ke awalnya dan meninggalkan segala bentuk perdagangan uang. Ketiga, kembali ke sistem keuangan dan perdagangan yang adil. Dinar dan dirham bisa menjadi pilihan. Jika mungkin, menerapkan  transaks barter untuk mencegah fluktuasi  mata uang. Akhirnya, mari kita berpaling kepada sistem ekonomi dan keuangan syariah, yang mampu meniadakan riba, mencegah spekulasi (maysir), menghindari ketidakpastian (gharar),  dan  menghindari segala tindak kedzaliman. [Dedi Junaedi, Redaktur dan Dosen Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor]

Tags: JebakanNilai TukarNixon ShockRupiah
Share41Tweet26Send
Previous Post

OPEC Gagal Bekukan Produksi Minyak Dunia

Next Post

Belajar dari Gerhana Matahari

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result