pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 31 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Belajar dari Gerhana Matahari

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
11 years ago
in Sains
0

“Wahai ummat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” [HR Bukhari]

Rabu pagi, 29 Jumadil Awal 1437 H atau  9 Maret 2016, adalah saat istimewa dan bersejarah bagi Indonesia. Sebagian besar warga bersukacita  menyambut di pusat-pusat pengamatan dan tayangan gerhana matahari total (GMT). Sebagian lain menyambut ayat kauniyah itu dengan shalat kusuf  berjamaah di masjid-masjid dan atau mushola masing-masing.

Pada waktu dhuha, sekitar pukul 7.20-7.25 WIB, GMT mencapai puncaknya. Saat itulah, seruan takbir dan ungkapan takjub bergemuruh di seantero Nusantara demi melihat pemandangan luar biasa indah dan langka itu. Konon perlu sekitar 375 tahun lagi GMT terjadi di lokasi yang sama. Maka, logis jika  disambutnya dengan aneka ekspresi gembira.

Bayangkan, matahari yang biasanya bersinar terang  tertutup oleh bulan sehingga sinarnya tidak sampai ke lingkungan kita. Akibatnya, sedikitnya 11 provinsi yang terkena lintasan inti GMT mendadak gelap  seperti malam hari. Meski hanya berlangsung sebentar, tak lebih lima menit saja, namun cukup menimbulkan efek keterkejutan bagi setiap makhluk yang mengalaminya.

BACA JUGA

Manfaat Olahraga Aerobik untuk Kesehatan Jantung

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Binatang yang biasanya tidur di malam hari terkejut  dan mengikuti nalurinya, menyangka hari sudah mulai malam sehingga bergegas-gegas pulang ke kandang. Sebaliknya, binatang malam mendadak terbangun dan mulai beterbangan untuk mencari makan. Demikian  halnya  tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan hijau yang biasa berfotosintetis menyerap karbon dikosida (CO2) + sinar matahari untuk menghasilkan karbohidrat (C6H12O6)n dan oksigen (O2), sekonyong-konyong terhenti dan berubah siklusya menjadi aktif berespirasi yang menghisap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Manusia, sebagai makhluk berakal, menyambut gerhana dengan aneka respon. Dahulu kala, banyak orang  percaya mitosbahwa gerhana terjadi karena matahari atau bulan ditelan oleh raksasa, Batara Kala. Karena itu, mereka memukul-mukul kentongan, lesung, dan benda lain yang menimbulkan bunyi nyaring dan beruara gaduh dengan tujuan agar raksasa itu takut dan mau memuntahkan matahari atau bulan yang telah ditelannya.



Setelah sains dan teknologi berkembang, manuisa berilmu percaya gerhana adalah fenomena alam yang muncul dalam siklus tertentu.Gerhana matahari  terjadi  ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari. Cahaya Matahari tertutup oleh Bulan sehingga tidak sampai ke Bumi pada waktu dan kawasan tertentu.

Bulan sebenarnya jauh lebih kecil dari Matahari. Diameternya 3.476 km berbanding 1.392.000 km atau satu berbanding 400. Mengapa yang kecil bisa menutupi yang jauh lebih besar? Ini terjadi karena Bulan berjarak lebih dekat dengan Bumi ketimbang Matahari. Jarak Bumi-Matahari adalah 150 juta km atau setara 390 kali dari jarak Bumi-Bulan. Maka, walaupun Bulan lebih kecil, bayangannya mampu menutup cahaya Matahari sebagian atau sepenuhnya.

GMT pernah pula terjadi pada masa Nabi Muhammad Rasulullah SAW.  Atas kehendak Allah, peristiwa langit saat itu bersamaan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW.  Ketika ada prasangka yang mengkaitkan gerhana dengan  wafatnya Ibrahim, maka Nabi SAW bersabda:.”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut, maka berdoalah kepada Allah, bertakbir, kerjakan shalat dan bersedekahlah.” (HR Bukhari Muslim)

Bagi kaum Muslimin, sudah ada nash yang jelas bahwa GMT atau GMS adalah bagian dari Sunatullah. Banyak ayat Al-Qur’an menyebut sifat dan aktivitas benda langit seperti Bulan, Bumi, Matahari, dan bintang-bintang di jagat raya. Misalnya, dalan surat Ar-Rahman ayat 5: “Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.” Dalam surat Yasin 37-40, Allah menjelaskan soal rahasia siang dan malam, Bulan, Bumi dan Matahari yang berotasi dan berevolusi sesuai kadarnya. Siang dan malam, matahari dan bulan, adalah ciptaan Allah. Semuanya mengikuti sunatullah yang disederhanakan sebagai  hukum alam.

Menurut astronomi,  Matahari  adalah nama bintang di pusat  Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat,  terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya 1.392.684 km. Kira-kira 109 kali diameter Bumi. Ada pun  massanya mencapai  2×1030 kilogram, atau sekitar 330.000 kali massa Bumi. Setiap detik ada 760 ribu ton hidrogen bereaksi fusi nuklir untuk menghasilkan energi dan sinar matahari yang menjangkau Bumi dalam waktu 18 menit 19 detik saja.

Namun begitu, benda langit yang tampak besar dan berat itu sesungguhnya hanya debu kecil saja di belantara jagat raya yang maha luas. Dia hanya satu dari sekian milyar bintang gemintang di galaksi Bima Sakti. Dan, Bima Sakti  juga hanya satu dari sekian milyar galaksi yang diciptakan Allah SWT.  Galaksi-galaksi beserta gususan bintang di dalamnya saling bergerak dengan kecepatan tertentu. Matahari yang berusia 4,6 milyar tahun mengorbit pusat galaksi dengan laju 220 km/detik. Galaksi Bima Sakti, yang meliputi 50 sistem bintang, bergerak dengan kecepatan 550 km/detik ke arah konstelasi Hydra. Sementara Proxima Centauri, bintang tetangga terdekat,  berjarak sekitar 4,2 tahun cahaya dari Matahari.

Jika Matahari itu debu, manusia jauh lebih renik lagi. Berapa besar dan luasnya alam semesta? Belum ada yang memastikannya. Sebagaimana galaksi yang terus bergerak,  ternyata alam semesta  itu juga terus berkembang setiap saat. Maka, sungguh tidak terbayangkan betapa besar dan luasnya kuasa Allah, Rabbil ‘alamin.  Wallhu’alam.[Dedi Junaedi, Redaktur dan Dosen Ekonomi Islam INAIS Bogor]

Tags: BelajarDebuGalaksiGerhanaMatahari
Share12Tweet8Send
Previous Post

Keluar dari Jeratan Nixon Shock

Next Post

Metode Tafsir yang Benar

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

0
PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

0
UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

0
Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

0
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

0
Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

31 October 2026
UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

31 October 2026
Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

31 October 2026
PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

31 October 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result