10
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 16 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Keluar dari Jeratan Nixon Shock

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
20 February 2018
in Nasional
0

Untuk kesekian kalinya,  rupiah kembali terpuruk. Indikasi pelemahan menguat menjelang perombakan kabinet dan mencapai puncaknya menjelang akhir Agustus 2015. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melewati angka psikologis Rp 14.000 per dolar per 24 Agustus. Sempat menyentuh 14.400, nilai uang kertas ini kini  bertahan pada level 14.100. Ini rekor terburuk dalam 17 tahun terakhir.

Selama sembilan bulan, rupiah sudah terdepresiasi 14,5%. Dampak lanjutannya, sudah dirasakan masyarakat. Seiring meningkatnya defisit neraca ekspor-impor, harga daging sapi kembali melonjak meski keran impor telah dibuka tanpa batas. Demikian pula, harga daging ayam dan cabai melejit, disusul kebutuhan pokok lainnya. Daya beli masyarakat turun. Pun nilai tukar petani (NTP). Industri lesu, gelombang PHK mulai terjadi. Sudah hampir 60.000 karyawan kini menganggur akibat ribuan perusahaan non aktif dan bangkrut.

Agar tidak berkelanjutan, Pemerintahan Jokowi-JK sudah berupaya meredamnya.  Mulai dari perombakan kabinet,  mengeluarkan paket kebijakan –antara lain memberi insentif (diskon) pajak pada industri tertentu, meningkatkan rasio penggunaan bahan bakar nabati (BBN), kebijakan anti dumping dan inpres pembebasan visa turis sejumlah negara – hingga pembatasan transaksi dan pembelian dolar AS.   Tetapi, seperti yang kita saksikan, pasar uang dan modal masih bergejolak. Belum ada tanda rupiah menguat atau stabil dalam waktu dekat. Sejumlah pakar dan pengamat ekonomi menilai pesimis, paket kebijakan stabilisasi perekonomian nasional itu tidak akan efektif dan efisien. Analis keuangan memprediksi pelemahan masih akan terjadi sampai Kuartal III (Oktober). Gubernur BI sendiri menduga penguatan dolar AS –baca pelemahan rupiah—akan berlanjut hingga tahun 2016.  Ini terkait dengan rencana The Fed,  Bank Sentral AS, menaikkan suku bunga hingga tahun depan.

Sejatinya, pelemahan  rupiah –juga  mata uang kertas lainnya—adalah keniscayaan. Ini konsekuensi logis dari efek Nixon Shock. Yakni, kebijakan Presiden AS Richard Nixon menerapkan sistem mata uang  dengan tarif mengambang  bebas (freely floating rate). Tahun 1971, secara sepihak,  AS menyatakan keluar dari konvensi internasional Bretton Woods, yang mengatur pencetakan mata uang berbasis cadangan emas. Mengabaikan konvensi pasca Perang Dunia II itu, AS  mencetak dolar sesukanya.  Pada saat yang sama, sebagaimana ketentuan World Bank dan IMF, dolar ditetapkan sebagai basis transaksi internasional. Semua cadangan devisa negara-negara sedunia disimpan dalam dolar AS.

BACA JUGA

BAZNAS dan Bank Indonesia Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Zakat

Bersama BAZNAS, Gramedia Salurkan 4.933 Al-Qur’an Cordoba dari Sedekah Pelanggan

Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS

BAZNAS Perkuat Peran Awardee Pascasarjana dalam Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

Implikasi dari Nixon Shock, AS dapat mencetak murah dolar. Biaya cetak setiap lembar dolar, mulai pecahan 1 sampai 100.000 dolar, hanya  4 sen. Artinya, dari setiap pecahan 1 dolar, AS menikmati  nilai nominal 25 kali dari nilai rilnya. Dengan logika sama, dari setiap pecahan 100 dolar,  AS dapat mengeruk 2.500 kali; bahkan dari pecahan 100.000 dolar,  pemiliknya bisa ‘merampok’ 2.500.000 (2,5 juta kali) nilai modalnya.

Maka, sejak 44 tahun lalu,  AS  sudah kuasa mencetak dolar tanpa back-up emas. Bayangkan, uang 1.000 dolar –yang sebenarnya setara 4 sen dolar (Rp 5600)— bisa ditukar dengan 1,4 ton beras vietnam. Betapa banyak, minyak bumi, gas alam, kerajinan, hasil hutan, ikan, bahan-bahan mentah diekspor ke Amerika. Lantas, dia cuma membayarnya dengan beberapa lembar kertas bertuliskan US$.  Sungguh, ini transaksi yang tidak adil. Ketimpangan seperti  inilah yang mengerek inflasi dan depresiasi nilai tukar uang. Ini juga yang memacu praktik spekulasi dan bubble economic  yang luar biasa.

Berawal dari Nixon Shock, liberasi pasar uang merajalela. Uang fiat yang awalnya berfungsi sebagai alat tukar semata, kemudian menjadi komoditas dagang. Sistem riba, bunga berbunga, telah menumbuhsuburkan para spekulan. Mereka  bermain valas. Para  spekulan pencari rente sudah merobohkan bangunan ekonomi sebuah negara, termasuk Indonesia. Bisa dilacak, kemana larinya dana BLBI senilai ribuan trilyun itu!

Sebagai gambaran,  dekade 1970-an  omset pasar uang  sekitar 15 milyar dolar. Pada 1980-an, saat kontrol mulai mengendor, omsetnya meningkat empat kali lipat menjadi 60 miyar dolar. Kini,, ketika pasar bebas semakin liberal, omsetnya sudah mencapai 1,3 trilyun dolar per hari. Artinya, dalam separuh abad kurang, telah melonjak 20 kali lipat. Dari gurita bisnis ribawi itu, tentu ada pihak untung besar, banyak ada juga  buntung. Lalu, kita membiarkan ini terus berlangsung?

Untuk menghentikan kedzaliman itu, dapat dimulai dengan beberapa langkah sederhana. Pertama, menghindari praktik riba dalam sistem keuangan dan aktivitas ekonomi. Kedua, mengembalikan fungsi rupiah ke awalnya dan meninggalkan segala bentuk perdagangan uang. Ketiga, kembali ke sistem keuangan dan perdagangan yang adil. Dinar dan dirham bisa menjadi pilihan. Jika mungkin, menerapkan  transaks barter untuk mencegah fluktuasi  mata uang. Akhirnya, mari kita berpaling kepada sistem ekonomi dan keuangan syariah, yang mampu meniadakan riba, mencegah spekulasi (maysir), menghindari ketidakpastian (gharar),  dan  menghindari segala tindak kedzaliman. [Dedi Junaedi, Redaktur dan Dosen Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor]

Tags: JebakanNilai TukarNixon ShockRupiah
Share41Tweet26Send
Previous Post

OPEC Gagal Bekukan Produksi Minyak Dunia

Next Post

Belajar dari Gerhana Matahari

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

0
management pesantren

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

0
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
management pesantren

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

16 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
BAZNAS Salurkan Paket Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir

BAZNAS Salurkan Paket Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir

15 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result