Depok, Gontornews — Melihat anak bisa dekat dan mencintai al-Qur’an adalah hal terindah yang paling didambakan para orangtua Muslim.
Namun, meski telah menjaga dan menggunakan sarana-sarana pendidikan untuk mengajarkan anak menghafal al-Qur’an, tetap saja akan ada hambatan bagi orangtua dalam proses menanamkan cinta anak pada al-Qur’an.
Dr Sa’ad Riyadh menyampaikan, “Beberapa hambatan tersebut seperti, kesalahan yang terjadi akibat ketidaktahuan orangtua akan karakteristik pertumbuhan anak.” Sehingga ada sebagian sikap yang kurang tepat dalam membimbing anak.
Kekurangan metode, sarana, dan ketergantungan pendidik pada satu metode saja, juga dapat membuat anak menjadi bosan dan jenuh. Pada akhirnya akan menghambat tumbuh dan kokohnya benih cinta di hatinya.
Dalam buku berjudul, Anakku, Cintailah Al-Qur’an, Dr Sa’ad menerangkan, “Selain perihal di atas, faktor pencemaran tsaqafah dan informasi yang menyibukkan hati dan pikiran anak, seperti musik, film, dan lainnya, juga bisa mengurangi cinta anak pada al-Qur’an”.
Selanjutnya, orangtua juga penting menjaga pergaulan anak. Semaksimal mungkin perhatikan perilaku teman-teman di sekitarnya. Karena teman-teman berakhlak buruk bisa berpengaruh besar pada kepribadian anak ke depan. Lingkungan buruk juga bisa menjadi perusak hubungan antara anak dengan al-Qur’an dan antara anak dengan orangtua. [Edithya Miranti]





















