Frankfurt, Gontornews — Setidaknya sembilan orang tewas di sebuah kafe Shisha di Hanau, 25 Km sebelah Timur Frankfurt, Jerman, Kamis (20/2). Jaksa federal Jerman menduga pelaku kelompok ekstrimis sayap kanan Jerman.
“Jaksa Federal telah mengambil alih penyelidikan dan menemukan adanya indikasi pelaku memiliki latar belakang ekstrimis sayap kanan,” ungkap Juru Bicara Kejaksaan Federal sebagaiman dilansir Aljazeera.
Menurut kepolisian setempat, tidak lama setelah insiden mengerikan itu terjadi, pelaku menembak dirinya sendiri. Sejauh ini, pihak kepolisian setempat belum mengonfirmasi keterlibatan tersangka lain dalam insiden mengerikan tersebut.
“Tidak ada indikasi bahwa ada tersangka lain yang terlibat,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.
“Salah satu dari dua mayat yang kami temukan kemungkinan adalah pelaku. Penyelidikan tentang identitas para korban dan pelaku sedang berlangsung,” imbuh keterangan lanjutan dari pihak kepolisian setempat. Meski demikian, pihak kepolisian tidak merinci apa motif yang dilakukan oleh tersangka dan bagaimana sang pelaku meninggal dunia.
Koran tabloid populer Jerman, Bild, melaporkan, pada hari Jum’at (21/2), bahwa pelaku mengekspresikan pandangan kelompok sayap kanan dalam manifestonya.
Sementara itu, Walikota Hanau, Claus Karminsky, mengatakan bahwa malam itu adalah malam yang buruk dan mengerikan.
“Itu adalah malam yang mengerikan,” kata Kaminsky kepada Bild.
Jerman tengah serius menangani serangan serta teror yang dilancarkan oleh kelompok sayap kanan. Oktober lalu, serangan senjata Anti-Yahudi terjadi pada hari Yom Kippur di kota Halle. Akibat serangan ini, dua orang ditembak mati.
Sementara pada Jum’at (14/2), pihak kepolisian menangkap setidaknya 12 orang kelompok sayap kanan yang tengah mempersiapkan serangan di sejumlah masjid. Kelompok tersebut ingin menciptakan teror dan serangan terencana seperti halnya serangan ke Masjid Annur di Chrischurch, Selandia Baru. [Mohamad Deny Irawan]























