Bandung, Gontornews – Tragedi Aleppo di Syiria telah menggerakkan hati masyarakat Muslim di Indonesia. Tidak terkecuali santri Madrasah Tsanawiyah Persis di Bandung Selatan yang membawa dus dan kertas bertuliskan #Save Alppo di depan gedung MTs Pesis 03 Pameeungpeuk, Bandung, Kamis (22/12).
“Bantu Aleppo, sedikit dari kita, berharga bagi mereka,” teriak para santri mendesak masyarakat sekitar untuk ikut serta membantu masyarakat Aleppo sebagaimana dilansir portal persis.or.id
Muhammad Fauzzan Daliaki, Ketua Rijalul Ghad (RG) menyampaikan alasan pihaknya menggalang dana kemanusiaan untuk Aleppo. Bagi Fauzan, sudah lumrah apabila antar sesama muslim saling membantu satu sama lain.
“Muslim bersama Muslim itu satu tubuh. Bila sebagian tubuh sakit, maka tubuh yang lain akan merasa sakit. Bila ada satu penyakit di tangan, jangan dibiarkan penyakit itu menyebar ke seluruh tubuh,” ungkap Fauzzan.
“Kita harus membantu, karena mereka adalah saudara kita, saudara seiman, saudara seaqidah. Tidak mungkin ketika saudara kita tersakiti kita hanya diam saja. Maka kita harus membantunya,” tambahnya.
Fauzzan pun menyampaikan, bahwa pihaknya menyadari saat ini tidak bisa pergi ke Suriah. Kendati demikian, Ia tetap akan membantu dengan penggalanan dana.
“Karena tidak memungkinkan berjihad pergi ke sana, tapi setidaknya kita membantu mereka dari sini dengan sedikit materi,” ungkapnya.
Fauzzan mengatakan bahwa tujuan penggalangan Santri MTs Persis 3 adalah agar masyarakat terdorong untuk peduli terhadap tragedi kemanusiaan.
“Supaya hati masyarakat bisa tergerak bahwa saudara kita di sana sedang dalam keadaan memprihatinkan,” jelasnya.
Fauzan juga mendesak Persatuan Bangsa Bangsa dan Presiden Joko Widodo untuk peduli terhadap masyarakat Aleppo yang diserang oleh tentara pemerintah rezim Bashar Al-Assad tersebut.
“PBB harus menyadari bahwa apa yang terjadi di Aleppo adalah sebuah pembantaian, dan sudah melanggar HAM. Saya berharap PBB agar menyelesaikan masalah ini!” tegasnya.
“Presiden harus menyadari bahwa perginya Pak Presiden ke Iran sudah menyakiti ummat Islam. Dan semoga Pak Presiden cepat-cepat sadar, bahwa Muslim Suriah adalah saudara kita dan kita harus membantu mereka!” pungkas santri kelas 8 Tsanawiyah tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















