Sao Paolo, Gontornews — Pemerintah Brazil mengonfirmasi kasus pertama virus korona di wilayahnya, Kamis (27/2). Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi seorang pria berusia 61 tahun di Sao Paolo dengan virus korona sekembalinya dari Italia.
Pernyataan resmi ini datang ketika masyarakat Brazil tengah melaksanakan liburan karnaval dimana sejumlah perjalanan domestik antar kota di Brazil meningkat.
Akibat informasi ini, saham Brazil anjlok 7 Persen di hari pertama perdagangan mereka sejak Jumβat (21/).
βKami masih belum memiliki semua jawaban tentang bagaimana virus korona akan berperilaku di belahan dunia bagian Selatan,β ungkap Menteri Kesehatan Brazil, Luiz Henrique Mandetta, sebagaiman dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, Brazil memiliki iklim tropis dan tengah berada di akhir musim panas. Iklim tropis dan suhu panas ditengarai sebagai alasan melambatnya penyebaran virus mematikan tersebut di wilayah beriklim tropis seperti Brazil atau Indonesia.
Mandetta menambahkan bahwa saat ini ada 20 kasus virus korona yang terkonfirmasi di Brazil. 12 dari 20 kasus virus korona terkonfirmasi dari warga yang berpulang dari Italia. Mandetta memprediksi angka tersebut meningkat seiring dengan kembalinya turis Brazil dari perjalanan mereka.
Mandetta juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dengan terbatasnya pasokan peralatan medis seperti masker asal Cina.
Kementerian Kesehatan Brazil menjelaskan bahwa pasien pertama virus korona yang terkonfirmasi di Brazil telah melakukan perjalanan ke Lombardy, pada 9-21 Februari 2020. Sang pasien didiagnosa mengalami gejala-gejala virus korona.
Saat ini, pasien berada dalam kondisi stabil dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Albert Einsten. Pasien juga akan menjalani masa inkubasi atau karantina untuk 14 hari ke depan.
Pejabat kesehatan Brazil juga mengonfirmasi 60 orang yang berinteraksi dengan pasien termauk istri, sejumlah penumpang yang duduk berdekatan dengan pasien. Bahkan, sebelum ia pergi ke rumah sakit, pasien menerima hampir 30 orang tamu yang berkunjung ke rumahnya pada Ahad (23/2). [Mohamad Deny Irawan]























