London, Gontornews — Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa memperlambat penyebaran virus korona sebagai prioritas utama pemerintahnya. Kebijakan ini disampaikan menyusul kematian pertama warga Inggris di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang, Jum’at (28/2).
Inggris mulai khawatir dengan penyebaran virus korona setelah 20 warga positif terinfeksi virus bernama resmi COVID-19 itu.
“Masalah virus korona menjadi prioritas utama pemerintah,” kata PM Boris Johnson sebagaimana dilansir Reuters. Boris berencana mengumpulkan para menteri dan pejabat terkait untuk membahas permasalahan tersebut.
Kementerian Kesehatan Inggris menogonfirmasi satu orang warganya yang positif tertular virus korona. Mereka berfokus mencari sumber infeksi ketimbang menanyakan riwayat perjalanan pasien ke luar negeri.
Meski demikian, Inggris melaporkan virus korona pertama pada 31 Januari 2020 yang lalu. Namun, belum ada warga Inggris yang dilaporkan meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut. Kalaupun ada, korban meninggal itu merupakan salah seorang penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina pemerintah Jepang.
Petugas kesehatan Inggris pun menyerukan agar masyarakat mencuci tangan untuk memperlambat penyakit. Tetapi, mereka tidak menyarankan agar warga menggunakan masker wajah seperti halnya sebagian besar negara-negara di Asia.
Dalam catatannya, WHO menyebut ada lebih dari 82.000 orang yang terinfeksi virus korona dengan laporan kematian mencapai lebih dari 2.700 orang di daratan Cina. Sedangkan di luar Cina, ada 57 kematian yang tersebar di 46 negara yang berbeda.
WHO juga menambahkan negara-negara seperti Mesiko, Nigeria, Selandia Baru, Lithuania, Belarus, Azerbaijan melaporkan kasus virus korona pertamanya. Sementara Italia menjadi negara di Eropa yang terdampak virus korona paling parah. Sedangkan Meksiko menjadi negara kedua di Amerika Latin yang mengonfirmasi virus korona setelah Brazil. [Mohamad Deny Irawan]





















