Jakarta, Gontornews – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut bahwa saat ini anak–anak TK dan SD jadi sasaran operasi peredaran narkoba. Ini ditujukan oleh para jaringan narkoba untuk mempertahankan pangsa pasar.
Β
“Mereka tahu penggunaan narkoba akan putus, maka mereka mengarah ke anak SD TK (regenerasi pasar) untuk meracuni melalui makanan minuman,” sebut ketua BNN, Komisaris Jendral Budi Waseso saat menghadiri deklarasi Jihad terhadap Narkoba oleh Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (22/12).
Β
Β
Budi Waseso juga mengatakan bahwa Indonesia adalah oangsa pasar peredaran narkoba terbesar di Asean. Berapapun jumlah yang dipasok, pasti akan terserap seluruhnya.
Β
Budi Wasoso juga mengungkap aa 72 jaringan narkoba yang memasok narkoba di Nusantara, dan keseluruhan jaringan tersebut tak ada hubungannya sama sekali.
Β
“Jadi murni mereka bersaing bagaimana caranya menjual narkoba mereka ke Indonesia,” ungkapnya.
Β
“Tidak ada wilayah yang bersih dari narkoba. Jalur narkoba melalui jalur laut dan pelabuhan tidak resmi,” tambahnya.
Β
Kerugian akibat penyalahgunaan narkoba ditaksir sekitar 72 trilyun rupiah. BNN sendiri telah menemukan 46 New Psychoactive Substances (NPS) yang saat ini beredar luas di Indonesia. Dari 46 NPS yang ada, 18 diantaranya telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2014.
Β
Sementara Ketua Umum LPOI Kh. Said Aqil Siroj bertekad Bersama- sama dengan kepolisian, dirinya bersama seluruh ormas Islam anggita LPOI, siap memperkuat peran BNN mengatasi problem narkoba.
Β
“Prihatin sudah, ngeri, merinding, campur khawatir, melihat peredaran narkoba. Seperti apa anak cucu kita nanti,” ungkapnya.
Β
“Semua ormas Islam yang tergabung LPOI, berkewajiban berjuang, berusaha, berupaya mengatasi persoalan yang sangat berbahaya ini,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]





















