Seoul, Gontornews β Korea Selatan melaporkan 219 kasus baru virus korona, sehingga total infeksi di negara itu menjadi 3.150. Demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).
Sejak Korea Selatan mengonfirmasi kasus pertama pada 20 Januari, jumlah kasus virus korona di negeri it uterus meningkat.
Sementara itu Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menyerukan upaya anti-virus yang lebih kuat untuk mencegah penularan virus yang disebut COVID-19. Ia mengatakan akan ada “konsekuensi serius” jika penyakit itu menyebar ke negara itu.
Dalam pertemuan partai yang berkuasa, Kim menyerukan markas anti-epidemi negara itu untuk memperkuat skrining dan tes untuk menutup semua kemungkinan masuknya virus. Demikian kata pejabat resmi Korea Central News Agency, Pyongyang.
Kim mengatakan semua bidang dan unit negara harus “tanpa syarat” mematuhi instruksi karantina yang ditetapkan oleh markas anti-epidemi, menurut kantor berita The Associated Press. []
![Sebuah gambar tak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea Utara pada 15 Februari menunjukkan orang-orang berjas pelindung disemprotkan desinfektan di lokasi yang dirahasiakan di negara itu [AFP]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/03/korut.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)





















